kolom

Sekarang Standar Emisi Euro IV Itu Seperti “Jebakan Batman”

Kompas.com - 31/10/2018, 07:22 WIB
Pertamax Turbo sudah tersedia di 134 SPBU di Jabodetabek. PertaminaPertamax Turbo sudah tersedia di 134 SPBU di Jabodetabek.

Jakarta, KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia sudah memberlakukan regulasi baru soal standar emisi kendaraan bermotor di Indonesia. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017, tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N, dan Kategori O.

Kendaraan bermotor kategori M, didefinisikan sebagai mobil penumpang. Kategori N, merupakan kendaraan niaga pengangkut barang dan O adalah truk penarik, gandeng, atau tempel.

Semangat Euro IV tercetus, salah satunya karena Indonesia punya komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada 2020 di Pittsburgh, 25 September 2009. Waktu itu komitmen disampaikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebetulnya, regulasi ini merupakan hal yang positif. Masalahnya, hampir semua negara maju di dunia, bahkan sudah mengaplikasi standar Euro IV, Euro V, bahkan Euro VI di beberapa negara Eropa. Enggak usah jauh-jauh, di Malaysia saja standar Euro IV, sementara Singapura sudah Euro VI. Jadi, Indonesia mau mengejar ketertinggalan, ceritanya.

Tapi, peraturan ini dikeluarkan dalam situasi yang tidak tepat, jauh dari kata ideal. Ujungnya, yang dirugikan adalah konsumen, masyarakat itu sendiri. Mengapa demikian?

Baca juga: Pertamina Cuma Punya Pertamax Turbo buat Mobil Euro IV

Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU  34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU 34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).

Akses Terbatas

Jadi begini, dalam Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 itu, dijelaskan kalau mesin bensin minimal mengonsumsi bahan bakar minyak ( BBM), dengan RON minimal 91, kandungan timbal (Pb) minimum tidak terdeteksi, dan kandungan sulfur maksimal 50 ppm, agar sesuai standar Euro IV.

Adiatma Sardjito, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menjelaskan, jika mengacu pada peraturan, maka jenis BBM Pertamina yang memenuhi standar emisi Euro IV baru Pertamax Turbo. Artinya, Pertalite, Pertamax, apalagi Premium bukan pilihan.

Pertamax Turbo itu diluncurkan Pertamina, menggantikan Pertamax Plus yang sebelumnya posisinya selevel di atas Pertamax. Pihak Pertamina menyatakan, Pertamax Turbo punya kadar RON 98 dengan Ignition Boost Formula (IBF), sementara oktan Pertamax Plus hanya RON 95.

Pergantian posisi ini dilakukan Pertamina, setahun sebelum regulasi Euro IV terbit atau sekitar semester kedua 2016. Entahlah, tapi seperti ada skema strategi yang diciptakan di sini. Pasalnya, dari segi harga, Pertamax Turbo jauh lebih mahal ketimbang Pertamax Plus, meskipun memang diklaim lebih berkualitas. Posisi harga Pertamax Turbo di SPBU saat ini Rp 12.250 per liter.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X