Awal 2019, AMMDes Mulai Produksi Massal

Kompas.com - 07/08/2018, 14:32 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meninjau Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018. ANDREAS LUKAS ALTOBELIPresiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meninjau Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018.
Penulis Stanly Ravel
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Meluncurnya kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) dalam ajang pemeran berskala internasional yang dihelat di ICE, Tangerang, ikut menarik perhatiaan para pengunjung. Apalagi, prosesi peluncurannya langsung dilakukan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Secara kesiapan, AMMDes diklaim sudah siap digunakan untuk membantu pertanian di desa-desa. Namun untuk produksi massalnya sendiri baru akan dilakukan tahun depan.

"Setelah Januari 2019 kami akan produksi massal, untuk jumlahnya nanti dulu. Kalau sekarang kita bikin (produksi) 90-100 unit untuk digunakan dibawa ke desa-desa sebagai praktik ke petani, seperti sosilasisasi gitu ke petani," ucap Presiden Komisaris PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) Sukiat, Selasa (7/8/2018).

Baca juga: Jokowi Resmi Luncurkan AMMDes, si Mobil Desa

Untuk kisaran harga jual, Kiat menjelaskan masih belum ada kesepakatan karena menunggu pengesahan regulasi dari Kementerian Perhubungan dan Perindustrian. Namun untuk kisarannya ada di angka Rp 60-70 juta per unit, sementara untuk pemasangan alat pertanian di belakangnya akan ada biaya tambahan.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meninjau Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018.ANDREAS LUKAS ALTOBELI Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meninjau Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018.

"Harganya belum fix, karena regulasi masih kami urus. Yang pasti beda regulasinya, karena ini kan alat bukan mobil. Kisaranya hanya Rp 60 juta-Rp 70 jutaan, tapi kita lihat dulu nanti bagaimana, karena tiap penambahan aksesoris ada tambahan. Misalnya, mau pakai pompa air ada tambahan biaya, menggunakan gilingan padi beda lagi," ujar Kiat.

Lebih lanjut Kiat menceritakan bahwa AMMDes ini murni diciptakan sebagai kendaraan multifungsi untuk di desa, bukan seperti Esemka yang dulu juga sempat Kiat ramaikan. Proyek kendaraan desa yang Kiat garap, mendapat apresiasi dari pihak Astra melalui anak perusahaannya PT Velasto Indonesia.

Baca juga: Sebelum Meluncur Menperin Jajal Ammdes di GIIAS

Setelah terjalin kerja sama, akhirnya Kiat Inovasi Indonesia (KII) dan PT Velasto memutuskan untuk membuat PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) yang berada di Citeurup dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) di Klaten, Jawa Tengah.

Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) bakal meluncur di GIIAS 2018.STANLY RAVEL Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) bakal meluncur di GIIAS 2018.

"Kami kerja sama, KII itu 49 persen, 51 persennya lagi Velasto. Kalau Esemka itu saya dulu hanya mentransfer ilmu, kita tahu lah kalau untuk bikin kendaraan itu ada tiga hal penting, pertama prototipe, kedua ada yang beli, dan ketiga investor. Nah, Esemka itu sudah banyak yang pesan tapi tidak ada investornya, pada zaman itu yah," kata Kiat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X