Motor Pakai Knalpot Racing, Jangan Asal "Setting" - Kompas.com

Motor Pakai Knalpot Racing, Jangan Asal "Setting"

Kompas.com - 22/06/2018, 11:34 WIB
Kaki-kaki dibuat lebih berotot dengan cakram, monoshock, serta pemasangan knalpot aftermarket.Stanly/KompasOtomotif Kaki-kaki dibuat lebih berotot dengan cakram, monoshock, serta pemasangan knalpot aftermarket.


JAKARTA, KOMPAS.com - Musim libur Lebaran digunakan pemilik sepeda motor untuk menggunakan kendaraan bepergian ke berbagai daerah. Sepeda motornya pun tidak jarang sudah mengalami modifikasi di beberapa bagian.

Salah satu bagian yang jamak dimodifikasi adalah knalpot, yakni menggunakan model racing. Namun ubahan ini membutuhkan perhatian lebih bagi pemilik motor yang gemar berkendara jauh.

"Sebenarnya tiap modifikasi memerlukan penyesuaian. Sayangnya untuk beberapa sepeda motor ketika mengganti knalpot racing, settingan-nya tidak diubah. Ini yang membuat berpengaruh pada komponen lain," ucap kepala mekanik Pitline Motorsport Buaran Paul saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut Paul, ada beberapa merek motor tidak dapat disetting ukuran CO (karbon monoksida) melalui komponen ECU-nya. Padahal ini berpengaruh pada performa sepeda motor.

Baca juga: KTM RC 250 Punya Versi Knalpot Samping

Paul mengungkapkan kasus yang sering ditemui adalah modifikasi dilakukan sebatas pemasangan knalpot tanpa dilakukan penyesuaian. Akibatnya bukan tenaga yang didapat motor justru menjadi kehilangan tenaga dan lebih boros bahan bakar.

"Lama-lama merembet ke piston. Berpengaruh ke mesin lainnya. Ini yang patut disadari pemilik motor sebelum berkendara jauh, terlebih saat Lebaran seperti ini," ujar Paul.

Untuk pencegahan disarankan pemilik untuk memeriksakan komponen motornya sebelum memulai perjalanan. Solusi singkat, saat ini ada alat bernama O2 manipulator untuk memaksimalkan keberadaan knalpot racing tersebut.


Komentar
Close Ads X