Cerita Jadi Sopir Mobil Pikap Isuzu Traga, Sunter-Puncak - Kompas.com

Cerita Jadi Sopir Mobil Pikap Isuzu Traga, Sunter-Puncak

Kompas.com - 18/05/2018, 04:02 WIB
Isuzu Traga, model pikap medium.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Isuzu Traga, model pikap medium.

Jakarta, KOMPAS.com – Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) baru saja memperkenalkan medium pikap barunya Traga, buat pasar Indonesia. Model ini hadir buat menantang Mitsubishi L300, dan rencananya akan diekspor ke mancanegara.

Tak hanya mengundang saat peluncuran, Isuzu Indonesia juga ternyata menyiapkan acara khusus, untuk test drive Traga tersebut buat awak media. Ini jadi momen unik dan baru buat Kompas.com, mengendarai mobil pikap.

Rute yang dipilih juga tak main-main, dari Sunter menuju Puncak, Bogor. Bisa dibayangkan tentunya trek dan kondisi lalu lintas yang akan dilalui.

Jantung sempat berdebar kencang sambil berpikir, apakah bisa jadi sopir pikap dan menempuh jalan sampai ke Puncak. Bahkan sempat ragu apakah Traga mampu?

Baca juga: Pikap Baru Isuzu Traga Debut Dunia di Jakarta

Posisi Berkendara

Jadi pengalaman pertama Kompas.com, masuk ke kabin pengemudi Isuzu Traga, posisi duduknya cukup tegak. Posisi lingkar kemudi ada di bawah dada dan menghadap ke atas, tak seperti model mobil penumpang biasa.

Tak usah berharap banyak, pengaturan posisi duduk juga hanya sebatas maju-mundur saja. Tidak ada pengaturan sudut sandar jok apalagi setelan lingkar kemudi (tilt dan telescopic).

Isuzu Traga.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Isuzu Traga.

Namun, posisi duduk tegak layaknya di atas kursi biasa, membuat tubuh tak mudah lelah dan siap menempuh perjalanan jauh. Walalupun memang agak aneh buat meliuk-liuk dan berakselerasi, cukup berkendara sewajarnya saja.

Rasanya “Ngegas” Traga

Nyalakan mesin dan mendengar raungannya, mesin Panther berkode 4JA1-L berkapasitas 2.500 cc Diesel Direct Injection siap untuk diajak menanjak di Puncak. Sebelum sampai trek naik, mengendarai Traga di alam kota benar-benar tak ada kendala.

Pada kondisi jalan padat, mengajak mobil berkendara stop and go, Traga tak begitu menyusahkan, kopling cukup empuk sehingga kaki tak pegal. Torsi yang besar juga membuat kaki tak kerja keras, jadi hanya memainkan kopling dan sedikit rem saja.

Ketika masuk ke jalan bebas hambatan yang untungnya dalam kondisi lancar, mobil juga enak buat digeber dan handlingnya cukup stabil, walaupun memang tak bisa selincah mobil penumpang. Di atas kertas, mesin Traga sanggup mengeluarkan tenaga sampai 80 PS.

Isuzu Traga digeber Sunter-Puncak, Bogor.ISTIMEWA Isuzu Traga digeber Sunter-Puncak, Bogor.

Sebelum mulai memasuki trek menanjak dan meliuk ala perbukitan, tim mampir ke pasar untuk mengisi bak dengan muatan beras dan lainnya. Saat diarahkan  untuk memarkirkan pikap medium ini, Kompas.com sempat pesimis bisa melakukannya dengan mulus lantaran area parkir yang sempit dengan bak belakang lumayan besar.

Namun ternyata cukup mudah, apalagi dengan radius putar di angka 4.5 meter, tak perlu banyak memaju-mundurkan mobil untuk bisa pas masuk ke ruang parkir. Begitu juga ketika mengeluarkan mobil dari parkiran.

Saat akan menuju titik akhir di wilayah Puncak, rombongan ternyata tak melalui jalan utama, di sinilah tantangan mulai dirasakan, lantaran jalanan cukup ekstrim. Menghadapi trek sempit dan menanjak, rasa “deg-degan” di awal masih menghantui, apakah mampu melaluinya.

Isuzu Traga.ISTIMEWA Isuzu Traga.

Trek yang semula ditakutkan ternyata dilalui Traga dengan mudah. Torsinya cukup mumpuni untuk menanjakkan kendaraan, bahkan sebelum mencapai 2.000 rpm, di posisi transmisi dua. Namun memang, bak tidak mengangkut beban maksimal atau hanya kurang dari 100 kilogram saja.

Jika dalam kondisi bak penuh, mungkin sudah sepatutnya dimulai dari transmisi satu. Data spesifikasi, mesin 2.500 cc Diesel Direct Injection Traga punya torsi maksimal 19,5 Kgm atau 191,2 Nm @1.800 rpm.

Secara keseluruhan, cukup berkesan mengendarai mobil medium pikap Isuzu dari Sunter-Puncak, dengan kondisi jalan menanjak dan berkelok. Bagi Kompas.com yang baru pertama kali mengendarai jenis mobil tersebut, bisa dikatakan tak begitu menyusahkan dan mumpuni untuk melibas jalanan ekstrim, dan nurut untuk dibawa di trek perkotaan.


Komentar
Close Ads X