Chevrolet Amati Reaksi Pasar terhadap Pajak Sedan

Kompas.com - 02/03/2018, 08:42 WIB
Cruze jadi mobil penumpang pertama GM yang ditawarkan dengan mesin diesel. General MotorsCruze jadi mobil penumpang pertama GM yang ditawarkan dengan mesin diesel.
Penulis Alsadad Rudi
|

 

Jakarta, KOMPAS.com - Saat ini, General Motors (GM) Indonesia selaku distributor Chevrolet belum menjual produk jenis sedan. Dari enam model Chevrolet yang dipasarkan GM Indonesia, seluruhnya mengisi beberapa segmen, yaitu mobil kota (city car), multi purpose vehicle (MPV), sporty utility vehicle (SUV), dan pikap.

Sebagai merek global, sebenarnya sedan bukan barang langka bagi Chevrolet, salah satunya pernah dipasarkan di Indonesia, Cruze. Sedan ini kemudian berhenti dipasarkan pada 2013, karena minimnya penyerapan di pasar.

Saat ini, Kementerian Perindustrian sedang mengusulkan untuk menurunkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sedan di Indonesia. Mobil dengan konfigurasi tiga box itu, masih dianggap barang mewah, sehingga dibebani PPnBM 30 persen, lebih tinggi ketimbang model MPV atau mobil berakarakter two box.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menargetkan revisi itu bisa rampung pada kuartal pertama tahun ini. Apabila disetujui maka pajak sedan akan setara dengan MPV, yakni 10 persen.

Menanggapi hal tersebut, External Affairs and Communication Director GM Indonesia, Yuniadi Haksono Hartono menyatakan pihaknya adalah pemain otomotif yang akan bergerak dinamis sesuai perkembangan pasar. Karena itu GM Indonesia akan mengamati reaksi pasar lebih dulu jika nantinya penurunan pajak sedan jadi diterapkan.

Baca juga : Sedan Bukan Lagi Barang Mewah

"Kita harus lihat reaksi pasar baru kemudian kita menyesuikan apa yang diinginkan konsuemen. Semua harus sesuai studi," kata Yuniadi di Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Chevrolet Camaro Z28.motortrend Chevrolet Camaro Z28.

Menurut Yuniadi, banyak faktor yang menentukan dijual atau tidaknya sebuah produk di suatu negara. Meski pajak bisa berdampak terhadap penurunan harga, Yuniadi menilai bukan berarti pasar akan langsung merespons positif. Apalagi di pasar Indonesia yang konsumennya disebutnya sangat mudah berganti selera.

Yuniadi mencontohkan saat sedan masih merajalela di pasaran pada era tahun 1990-an. Namun seiring waktu, selera berubah ke arah hatchback, MPV, dan belakangan ke SUV. Dari perubahan selera tersebut, Yuniadi menyebut terkadang pajak tidak menjadi penyebab utama.

"Kenapa orang lari ke MPV pada saat luxury tax-nya sama dengan SUV. Jadi bukan hanya harga dan pajak. Tapi ada faktor lain yang mesti kita pelajari dulu," ucap Yuniadi.

Atas dasar itu, Yuniadi menyatakan saat ini GM Indonesia belum bisa memberikan sikap atas rencana pemerintah menurunkan pajak sedan.

Baca juga : Kemenkeu Jelaskan Proses Revisi Pajak untuk Mobil Sedan

"Kita tidak mau terburu-buru mengatakan ini akan masuk. Kita akan lihat pasar arahnya ke mana. Kalau memang masuk ke situ (sedan), kita siap," ucap Yuniadi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X