Begini Ciri Keselamatan Berkendara di Negara Berkembang

Kompas.com - 23/02/2018, 13:42 WIB

Jakarta, KOMPAS.com – Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki ciri yang sama soal keselamatan jalan raya. Menurut Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), cirinya adalah tingkat kesadaran yang rendah.

“Satu ciri khas dari negara berkembang adalah kesadaran tentang keselamatan jalan sangat rendah, karena orientasi mereka adalah hasil bukan proses,” kata Jusri, saat berbincang dengan KompasOtomotif, Kamis (22/2/2018).

Secara keseluruhan, negara-negara di Asia tertinggal soal itu dibanding negara di benua Eropa dan Amerika Serikat. Anggapan itu dikemukakan Jusri meskipun dikatakan ada negara maju di Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Pengemudi kerap kali melanggar peruntukan bahu jalan di jalan tol.Febri Ardani/KompasOtomotif Pengemudi kerap kali melanggar peruntukan bahu jalan di jalan tol.

“Negara-negara di Asia orientasi keselamatan jalan masih terbatas di lingkungan kerja, misalnya pabrik yang tertutup dan terkontrol. Padahal di luar dengan ada berbagai macam kondisi dan itu tidak bisa dikontrol. Asia belum melihat ke sana,” ucap Jusri.

Sepeda motor bonceng dua orang, lawan arus, naik trotoar, serta mobil melintas di bahu jalan tol atau pedagang tahu bulat, merupakan wujud kesadaran yang rendah atas keselamatan jalan.

Baca: Legalitas Berdagang Tahu Bulat di Pikap Dipertanyakan

“Kita masih jauh, prilaku eksterm seperti itu dan akan lebih banyak lagi muncul yang berbahaya di lingkungan,” kata Jusri.

Kesadaran keselamatan jalan bukan hanya tugas pelaku lalu lintas tetapi semua yang terlibat. Mulai dari masyarakat sampai regulator.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.