Begini Ciri Keselamatan Berkendara di Negara Berkembang

Kompas.com - 23/02/2018, 13:42 WIB
Pengendara sepeda motor nekat melawan arah saat berlangsung razia di jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Selasa (25/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOPengendara sepeda motor nekat melawan arah saat berlangsung razia di jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Selasa (25/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Jakarta, KOMPAS.com – Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki ciri yang sama soal keselamatan jalan raya. Menurut Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), cirinya adalah tingkat kesadaran yang rendah.

“Satu ciri khas dari negara berkembang adalah kesadaran tentang keselamatan jalan sangat rendah, karena orientasi mereka adalah hasil bukan proses,” kata Jusri, saat berbincang dengan KompasOtomotif, Kamis (22/2/2018).

Secara keseluruhan, negara-negara di Asia tertinggal soal itu dibanding negara di benua Eropa dan Amerika Serikat. Anggapan itu dikemukakan Jusri meskipun dikatakan ada negara maju di Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Pengemudi kerap kali melanggar peruntukan bahu jalan di jalan tol.Febri Ardani/KompasOtomotif Pengemudi kerap kali melanggar peruntukan bahu jalan di jalan tol.

“Negara-negara di Asia orientasi keselamatan jalan masih terbatas di lingkungan kerja, misalnya pabrik yang tertutup dan terkontrol. Padahal di luar dengan ada berbagai macam kondisi dan itu tidak bisa dikontrol. Asia belum melihat ke sana,” ucap Jusri.

Sepeda motor bonceng dua orang, lawan arus, naik trotoar, serta mobil melintas di bahu jalan tol atau pedagang tahu bulat, merupakan wujud kesadaran yang rendah atas keselamatan jalan.

Baca: Legalitas Berdagang Tahu Bulat di Pikap Dipertanyakan

“Kita masih jauh, prilaku eksterm seperti itu dan akan lebih banyak lagi muncul yang berbahaya di lingkungan,” kata Jusri.

Kesadaran keselamatan jalan bukan hanya tugas pelaku lalu lintas tetapi semua yang terlibat. Mulai dari masyarakat sampai regulator.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X