Suzuki Vitara dan Jeep Cherokee Bermasalah di Belanda

Kompas.com - 11/07/2017, 09:31 WIB
Jeep dan Suzuki. ReutersJeep dan Suzuki.
|
EditorAgung Kurniawan

Zoetermeer, KompasOtomotif – Pihak kejaksaan Belanda mengungkapkan, Senin (10/7/2017), bakal melakukan ivestigasi soal kemungkinan penyalahgunaan perangkat lunak emisi kendaraan di salah satu model Suzuki dan Jeep.

Tindakan ini  merespons hasil temuan Dutch Road Authority (RDW), yang menunjukkan kalau model Jeep Grand Cherokee dan Suzuki Vitara menghasilkan tingkat emisi toksik yang sangat tinggi selama uji jalan. RDW mengatakan, ada sekitar 27.000 Jeep dan 42.000 Suzuki di jalan-jalan Eropa.

Dalam sebuah pernyataan, RDW menyebutkan bahwa tes dilakukan terhadap lebih dari selusin pembuat mobil, yang pada akhirnya muncul Jeep dan Suzuki yang dianggap melanggar peraturan, sementara pabrikan lain aman.

Investigasi RDW fokus pada tingkat emisi nitrogen oksida (NOx) pada mobil diesel, yang tampak jauh lebih tinggi daripada yang diizinkan secara hukum selama berkendara di jalan, dibanding dengan kondisi uji laboratorium.

"Untuk 14 pembuat mobil lainnya, kami bisa mencapai inti permasalahan ini dan mengajukan semua pertanyaan yang kami inginkan, serta mendapatkan jawaban yang memuaskan," ujar Maarten Balk, Manager Perizinan dan Pengawasan di RDW mengutip Reuters, Senin (10/7/2017).

Belum Berkomentar

Sampai saat ini, perwakilan Suzuki di Eropa tidak bisa dihubungi untuk dimintakan komentarnya soal, begitupun pihak Jeep.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

RDW menuturkan, Suzuki Vitara tampaknya memancarkan nitrogen oksida (NOx) lebih banyak setelah beberapa saat di jalanan. Perusahaan telah menawarkan perbaikan, dan saat ini meluncurkan sekitar 8.000 model Vitara di jalan-jalan Belanda.

Kemudian Jeep Grand Cherokee, memancarkan tingkat polutan yang lebih tinggi saat mesinnya panas. Hanya sedikit sekali yang ada di Belanda, dan modelnya tidak lagi diproduksi.

Jeep telah mengusulkan perbaikan perangkat lunak untuk Cherokee bulan ini, namun RDW belum sempat mengevaluasinya. Direktur RDW mengatakan bahwa yang dilakukannya ini merupakan yang pertama kali.

Dietz berujar, pihaknya tidak memiliki wewenang mengenakan denda, jadi semua akan diserahkan kepada jaksa penuntut. RDW akan terus menekan kedua perusahaan untuk menawarkan solusi, dan menindaklanjuti upaya perbaikan, demi memastikan model yang terkena dampak bisa diperbaiki.

Mobil-mobil Eropa di masa depan harus mematuhi uji jalan, bukan hanya tes laboratorium, untuk bisa memastikan kalau mobil yang akan dipasarkan memenuhi aturan emisi. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X