Angka Kecelakaan Mudik 2017 Diklaim Turun

Kompas.com - 08/07/2017, 11:10 WIB
Kepadatan arus balik kendaraan mudik lebaran terlihat di Tol Cipularang-Palimanan menuju Jakarta, Jumat (30/6/2017). Kepadatan volume kendaraan terlihat di ruas jalan tol km 86 hingga km 138. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOKepadatan arus balik kendaraan mudik lebaran terlihat di Tol Cipularang-Palimanan menuju Jakarta, Jumat (30/6/2017). Kepadatan volume kendaraan terlihat di ruas jalan tol km 86 hingga km 138. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan musim mudik 2017 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Selain kelancaran, jumlah angka kecelakaan pun ikut merosot.

"Jumlahnya menurun 40 persen dari tahun lalu. Secara umum jumlah yang meninggal turun banyak. Meski ada kecelakaan peristiwanya tidak terjadi pada jalur-jalur prioritas mudik, tapi lebih ke jalan provinsi dan kabupaten," ucap Menhub kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/7/2017).

Menurut Menhub, hal ini tercipta bukan hanya dari kesiapan para petugas namun juga peran dari pemudik. Turunnya angka kecelakaan serta menekan kamacetan di titik-titik krusial menjadi salah satu indikator kesuksesan semua pihak terkait musim mudik 2017.

Baca : Waspada Arus Mudik Mulai Telan Korban Jiwa

Menyambung pernyataan Menhub, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Royke Lumowa, juga mengutarakan hal senada, bahkan nominal persentasenya lebih besar yakni 41,2 persen.

"Korban meninggal turun, kalau dilihat dari data turunnya 519 orang atau sebesar 41,2 persen dari tahun lalu yang jumlahnya 1.261 menjadi 742 orang. Berarti secara kasar kami mampu menyelamatkan 519 orang tidak meninggal," ucap Kakorlantas yang dikutip dari NTMCpolri, Jumat (7/7/2017).

Ilustrasi kecelakaan lalu lintastwitter.com/tmcpoldametro Ilustrasi kecelakaan lalu lintas

Prioritas menekan angka kecelakaan lalu lintas dan korban jiwa memang sudah diterapkan semua instansi terkait, baik pemerintah maupun kepolisian. Polisi sendiri berupaya keras mencegas adanya indikasi kecelakaan sejak dini.

“Ada tiga hal yang kami lakukan, pertama mensosialisasi keselamatan, lalu menjaga daerah blackspot. Setiap polda blackspot bisa dihitung jari, dan terakhir menindak tegas pelanggar lalin yang menyebabkan kecelakaan. Melanggar marka, melawan arus, membawa penumpang berlebih, banyak kami tindak itu,” ucap Kakorlantas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X