Kesimpulan Investigator KPPU, Yamaha-Honda Terbukti Kartel

Kompas.com - 09/01/2017, 17:30 WIB
Febri Ardani/KompasOtomotif Helmi Nurjamil, anggota tim investigator Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Jakarta, KompasOtomotif — Perkara dugaan kartel Yamaha (Terlapor I) dan Honda (Terlapor II) telah sampai pada sidang pembacaan kesimpulan dari masing-masing pihak di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU) di Jakarta, Senin (9/1/2017). Berdasarkan keterangan saksi, bukti, dan analisis tim investigator, KPPU menyimpulkan bahwa telah terjadi kartel pada periode 2014 terhadap harga skutik 110cc – 125cc.

Tim investigator menduga telah terjadi pelanggaran Undang-Undang No 5 Tahun 1999 Pasal 5 Ayat (1) yang isinya, “Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yang sama”.

Pemenuhan unsur pasal tersebut seperti dijelaskan salah satu anggota tim investigator KPPU, Helmi Nurjamil, terdapat Yamaha dan Honda yang merupakan pesaing dan ada perjanjian tidak tertulis (tacit collusion).

Dikatakan, Yamaha dan Honda terbukti memiliki kesamaan pola kenaikan harga pada 2014. Produknya yaitu skutik 110cc – 125cc.

KPPU juga membacakan 5 butir rekomendasi putusan buat majelis hakim. Kelimanya yaitu:
1. Menyatakan bahwa Terlapor I dan Terlapor II terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran Pasal 5 Ayat (1) UU No 5 Tahun 1999.

2. Menghukum Terlapor I dan Terlapor II berdasarkan Pasal 47 UU No 5 Tahun 1999.

3. Merekomendasikan kepada majelis hakim komisi untuk melarang Terlapor I dan Terlapor II menetapkan harga jual (on the road) sebagai harga referensi untuk konsumen (end user), melainkan hanya sebatas harga off the road.

4. Merekomendasikan kepada majelis komisi untuk memberikan saran kepada pemerintah, khususnya instansi terkait untuk melarang pelaku usaha otomotif untuk memberikan harga referensi kepada main dealer atau dealer dengan memasukkan komponen harga BBN (Bea Balik Nama) atau sejenisnya yang pada pokoknya komponen harga tersebut bukan merupakan struktur harga dari prinsipal (pabrikan).

5. Menyatakan bahwa biaya BBN dan biaya tambahan lainnya yang dipungut oleh negara dibayarkan atas dasar pilihan konsumen, apakah akan dibayarkan sendiri atau melalui diler.

Baca: Kesimpulan Yamaha Menolak Tuduhan Kartel

Baca: Kesimpulan Honda, Tidak Ada Kartel dengan Yamaha

 

Menanggapi tuntutan ini, pihak terlapor I, Yamaha juga punya pendapatnya dan menyatakan tidak bersalah. Pihak terlapor II, Honda, sependapat menolak tuduhan. Keputusan sidang dugaan kartel ini akan disampaikan 30 hari setelah pembacaan kesimpulan dilakukan dalam sidang kali ini.



EditorAgung Kurniawan

Terkini Lainnya

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Sport
Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Tips N Trik
Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

News
[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

Feature
Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

News
Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Sport
Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Tips N Trik
Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

News
Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Sport
Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

News
Ragam Helm 'Full Face' Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Ragam Helm "Full Face" Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Aksesoris
Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

News
Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Tips N Trik
Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

News
Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen 'Luxury'

Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen "Luxury"

News

Close Ads X