Kompas.com - 16/12/2016, 08:01 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif — Skema tilang online yang bakal diaplikasikan di seluruh Indonesia dianggap jadi salah satu bagian dari reformasi birokrasi. Jadi, pelanggar akan dimudahkan karena tidak perlu lagi datang ke pengadilan.

Dengan alur seperti ini, apa tidak khawatir pelanggar akan malah merasa nyaman dan enggan untuk jera?

Pasalnya, pelanggar sudah tidak lagi menghadapi aturan konvensional, yakni harus mendatangi pengadilan, menunggu, mengantre, dan mengambil surat-surat yang disita sendiri, apalagi jika jarak pengadilan jauh dari lokasi rumah.

Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), yang juga pengamat perilaku berlalu lintas, coba menanggapi gambaran tersebut. Dirinya mengakui, kalau e-Tilang memudahkan pelanggar mengingat waktu penebusan cenderung menjadi lebih singkat. Namun, dirinya masih yakin, skema ini tetap bisa membuat jera pelanggar.

“Tentunya, bila e-Tilang menerapkan denda maksimal bisa jadi memberi efek jera. Bayangkan, jika melanggar marka dan rambu dikenai denda maksimal Rp 500.000. Dapat dipastikan, itu akan membuat jera kebanyakan dari pelanggar,” ujar Edo kepada KompasOtomotif, Kamis (15/12/2016).

Budaya transparan

Edo melanjutkan, e-Tilang merupakan era baru penegakan hukum lalu lintas di jalan. Ini juga diharapkan bisa memangkas "damai" di tempat. Tentu saja, butuh kemauan keras dari petugas dan kesadaran besar dari para pengguna jalan.

“Tilang online merupakan langkah awal membangun budaya transparan dalam penindakan pelanggaran aturan di jalan. Ini harus dilengkapi dengan sosialisasi yang masif agar implementasinya lebih mulus,” ujar Edo.

Edo menambahkan, terkait dengan jumlah tilang, khusus di wilayah Polda Metro Jaya (PMJ), setiap tahun ada sekitar 1 juta pelanggaran yang ditindak polisi lalu lintas. Artinya, setiap hari ada sekitar 2.700 pelanggaran yang ditindak. Ini baru wilayah PMJ, belum seluruh Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.