Begini Alur Proses Tilang “Online”

Kompas.com - 14/12/2016, 07:04 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Program E-Tilang yang akan diluncurkan dua hari lagi oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), diharapkan bisa memperbaiki sistem keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Kombes Pol Chrysnanda Dwi Laksana, Kabid Bin Gakkum Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri  mengatakan, E-Tilang yang dibangun ini adalah sistem pembayaran tilang melalui online. Jadi nanti petugas diberikan aplikasi untuk menilang.

“Petugas melakukan penegakan hukum menggunakan sebuah aplikasi, dan aplikasi tersebut dibuat dalam rangka percepatan proses hukum. Sehingga, masyarakat tidak perlu repot untuk mengikuti sidang tilang di pengadilan,” ujar Chrysnanda kepada KompasOtomotif, Selasa (15/12/2016)  

Terkait alur proses tilang, Chrysnanda menjelaskannya lebih lanjut mengenai hal tersebut.

  1. Diawali dengan penindakan yang dilakukan Petugas Kepolisian.
  2. Polisi memasukan data tilang pelanggar pada aplikasi Tilang Online.
  3. Pelanggar kemudian mendapat notifikasi pembayaran tilang.
  4. Pembayaran denda tilang dapat melalui jaringan perbankan.
  5. Pelanggar dapat mengambil barang bukti yang disita dengan menunjukkan bukti pembayaran.
  6. Pelanggar tidak perlu hadir di persidangan atau diwakili kepada petugas.
  7. Persidangan memutuskan nominal denda tilang (Amar/Putusan).
  8. Kejaksaan mengeksekusi Amar atau Putusan Tilang.
  9. Pelanggar mendapat notifikasi SMS berisi informasi Amar atau Putusan.
  10. Sisa dana titipan denda tilang, dapat diambil di Bank atau ditransfer ke rekening pelanggar.

“Selain itu, aplikasi ini dibuat untuk memberantas pungli yang kerap terjadi. Sebab, dengan adanya aplikasi ini untuk meminimalisir interaksi antara pelanggar dengan petugas di lapangan. Kewajiban pelanggar untuk bertanggungjwab  atas pelanggaran yang dilakukan dengan menitipkan denda tilang di bank secara manual melalui teller, SMS Banking, M-Banking, atau melalui ATM,” ujar Chrysnanda.

Mengutip informasi dari situr NTMC Polri, nominal denda tilang diinformasikan (melalui SMS) oleh pihak Bank BRI, dan dibayarkan melalui rekening di BRI. Jika si pelanggar tidak memiliki ponsel pintar, maka akan diberikan lembar tilang warna biru, dan lembar biru tersebut nanti akan dibayarkan melalui Bank BRI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.