AISI Teguh Tentang Tuduhan Kartel KPPU

Kompas.com - 06/09/2016, 18:49 WIB
|
EditorAgung Kurniawan


Jakarta, KompasOtomotif - Persis seperti pernyataan sebelumnya, Mei lalu, Ketua Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Gunadi Sindhuwinata tetap berpendapat tidak ada kartel antara Honda dan Yamaha.

Hal itu diungkapkan Gunadi kepada wartawan saat rehat sidang lanjutan dugaan kartel skutik 110-125cc di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (6/9/2016). Agenda sidang mendengarkan keterangan Gunadi sebagai saksi yang dihadirkan oleh tim investigator KPPU.

"Kami memang tidak akan berubah karena itu memang kenyataannya. Tidak mungkin saya mengatakan tiba-tiba ada‎," kata Gunadi.

"Kalau KPPU ada bukti baru ya kita cuma mengatakan bahwa ini tidak sesuai kenyataan. Pertimbangan itu nanti kembali ke majelis hakim," ucap Gunadi

Febri A/KompasOtomotif Ketua AISI tengah memberikan penjelasan dalam majelis hakim, dugaan praktik kartel antara Yamaha dan Honda di Kantor KPPU, Selasa (6/9/2016).

 

Bawah tangan?

Dalam sidang Gunadi menjawab AISI tidak menghimpun data harga produk masing-masing anggotanya. Itu berarti AISI Tidak bisa mengontrol ketetapan harga.

Satu asumsi yang muncul Honda dan Yamaha bergerak menetapkan harga jual tanpa sepengetahuan AISI. Gunadi tidak bisa memastikan hal itu tidak terjadi, namun dikatakan dari banyak parameter dua merek yang bermusuhan dari "buyut" ini tidak terbukti menjalin Kerja sama seperti diduga KPPU.

"Apapun juga akan muncul ke permukaan, dalam arti pasar itu terjadi konglomerasi yang dibagi-bagi antar merek‎. Tapi itu kan tidak terjadi, mau di bawah tangan atau mau di bawah apapun tidak mungkin karena buktinya tidak ada di pasar," jelas Gunadi.

"Saya lihat buat apa mereka bersaing begitu ketat, buang uang begitu banyak untuk merebut pasar ternyata di belakang mereka bergandengn tangan‎," kata Gunadi lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.