Tol Cipali, Antara Mistis dan Tingginya Angka Kecelakaan...

Kompas.com - 27/06/2016, 14:45 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KOMPAS.com
 – Ada aroma mistis hampir di setiap lokasi yang sering terjadi kecelakaan. Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), bukan perkecualian.

Jalan bebas hambatan tersebut pada 13 Juni 2016 tepat berusia satu tahun. Namun, tol terpanjang di Indonesia ini telah merenggut banyak korban jiwa karena seringnya terjadi kecelakaan.

Berdasarkan data Humas Polda Jawa Barat, tercatat selama periode 14 Juni 2015 hingga 4 Desember 2015 telah terjadi 88 kecelakaan di Tol Cipali. Korbannya, 33 orang meninggal, 17 luka berat, dan 92 orang terluka ringan.

Angka-angka itu masih terus bertambah dengan beragam kecelakaan lain yang terjadi sesudah kurun waktu tersebut.

Terbaru, empat orang penumpang mobil Daihatsu Ayla tewas setelah ditabrak dari belakang oleh truk boks yang kehilangan kendali pada 8 April 2016, seperti diberitakan Kompas.com pada Jumat (8/4/2016).

Salah satu aroma mistis dari tol sepanjang 116,75 kilometer ini datang dari ruas kilometer 90. Di sini ada batu bleneng.

Sejumlah warga setempat menyatakan batu itu keramat dan tak bisa diutak-atik. Saat pembangunan jalan tol, batu tersebut tak bisa dihancurkan atau dibelah.

"Gunung yang tinggi bisa dibelah untuk jalan tol, tapi batu itu tidak bisa karena memiliki kekuatan gaib sehingga tidak bisa dipindahkan maupun dihancurkan" ujar Romli (55), salah satu warga di kawasan itu, seperti dikutip tribunnews.com pada Sabtu (27/6/2015).

Menurut Romli, usaha untuk memindahkan dan menghancurkan batu bleneng saat pembangunan jalan tol telah berkali-kali dicoba tetapi gagal.

“Pekerja proyek jalan tol telah mencoba memindahkan dan menghancurkan batu bleneng dengan alat berat tetapi gagal. Kabarnya, setiap kali pekerja hendak memindahkan batu, maka terjadi kecelakaan kerja bahkan katanya ada operator yang meninggal dunia,” kata Romli

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO - ARI PRASETYO Ilustrasi Tol Cipali

Keberadaan batu di Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Cirebon, Jawa Barat inilah yang diduga menjadi penyebab ruas Tol Cipali pada kilometer tersebut dibuat berkelok, sementara mayoritas ruas tol ini adalah jalur lurus.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.