Subaru Ganti Nama, Siapkan Basis Riset

Kompas.com - 13/05/2016, 17:22 WIB
Simulasi jalanan licin dalam salah satu tantangan Subaru AWD Challange. KompasOtomotif-Donny AprilianandaSimulasi jalanan licin dalam salah satu tantangan Subaru AWD Challange.
|
EditorAgung Kurniawan

Tokyo, KompasOtomotif – Subaru telah “hilang” dari Indonesia, tapi kini ada kabar internasionalnya. Induk merek Subaru, Fuji Heavy Industries (FHI), mengumumkan penggantian nama menjadi Subaru Corporation pada Kamis (12/5/2016). Pemakaian nama baru itu efektif pada 2017.

Sejarahnya dimulai saat Aircraft Research Laboratory berdiri pada 1917. Sejak saat itu, perusahaan terus berganti nama dan bisnis beralih dari pemanufaktur pesawat menjadi produsen kebutuhan masyarakat.

Pada 1950, perusahaan yang kala itu bernama Fuji Sangyo Co Ltd terpecah jadi lima perusahaan. Kelimanya mendirikan Fuji Heavy Industries pada 1955. Bisnis kembali ke industri dirgantara dan kebutuhan masyarakat, selain itu masuk juga ke otomotif.

Mobil Subaru yang pertama, 360, diperkenalkan pada 1958. Sekarang Subaru setidaknya beroperasi di 90 negara.

Penggantian nama itu akan dilakukan tepat 100 tahun sejak perusahaan pertama berdiri.

Dampak dari penggantian nama bakal mengubah gaya bermain sebab produk industri jadi bagian bisnis otomotif Subaru. Manufaktur dan penjualan produk industri tetap dilakukan, tapi pengembangannya dihentikan. Segala sumber daya dialihkan ke bisnis otomotif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X