Alasan Daihatsu Enggan Jual “Kei Car” di Indonesia

Kompas.com - 04/09/2015, 08:01 WIB
Aditya Maulana/KompasOtomotif Daihatsu tampilkan deretan model terbaik

Kuningan, KompasOtomotif – Di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung 20-30 Agustus 2015, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memamerkan tiga mobil mungil yang dijual di pasar domestik Jepang atau disebut dengan kei car. Adalah Daihatsu Move, Wake dan Cocoa, semuanya menggendong mesin 3-silinder 658 cc.

Head, Product I & II Department Marketing Product Planning Division PT ADM, Priyo Wisaksono menuturkan, tujuan ketiga model kei car itu dipamerkan untuk mengetahui respon dari masyarakat. Hasilnya, menurut Priyo sangat memuaskan, karena hampir sebagian menyukai dengan ketiganya.

“Jika bicara hasil survei sangat memuaskan, karena banyak yang suka dengan tampilannya. Tapi, balik lagi kepada kapasitas mesin dan harganya, jika dijual di Indonesia akan sama seperti Copen yang mahal,” tutur Priyo di sela-sela acara media Test Drive Great New Xenia di Kuningan, Jawa Barat.

Priyo melanjutkan, kenapa harganya mahal, karena mobil tersebut harus diimpor utuh (completely build-up/CBU) dari Jepang sehingga pajaknya tinggi. Jika dirakit di Indonesia, belum bisa diketahui sebesar apa pasar model tersebut.

“Walaupun ingin diproduksi di Indonesia, volumenya harus besar, karena investasi untuk produksi itu sangat mahal. Kalau investasinya tidak bisa tertutup dalam kurun waktu katakanlah lima atau tujuh tahun, kita tidak akan melakukan,” lugas Priyo.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAzwar Ferdian
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X