Land Rover Bawa Kasus Evoque Tiruan ke Meja Hijau

Kompas.com - 29/05/2015, 08:25 WIB
|
EditorAris F Harvenda

Mumbai, KompasOtomotif – Buntut kasus tiruan Range Rover Evoque produksi China, LandWind X7, masih panjang. Induk Range Rover, Jaguar Land Rover (JRL), hingga sekarang masih mencari jalur hukum internasional yang bisa memperkarakan kasus ini ke meja hijau.

Saat X7 dipamerkan di Shanghai Auto Show 2015 pada April lalu, LandWind mengatakan SUV itu akan diproduksi kendati suara protes JRL semakin tegas. Dilansir Autocar, Kamis (28/5/2015), CEO JRL Ralf Speth sekali lagi mengungkapkan kekecewaannya. Speth heran kenapa China yang dianggapnya punya kemampuan teknik dan kreativitas mesti memilih “terbelakang” menggunakan cara meniru.

Indianautosblog Siluet samping sama persis, membuat Jaguar-Land Rover kebakaran jenggot/

“Kami tak bisa melakukan apapun. Saya harap konsumen China pada akhirnya melihat perbedaan dan memilih produk asli bukannya duplikat. Saya berharap mereka (China) bisa membuat regulasi internal jadi mereka bisa menyingkirkan cara copy-paste seperti ini,” kata Speth.

Indianautosblog Dari belakang, benar-benar seperti pinang dibelah dua antara Landwind X7 dan Range Rover Evoque.

X7 dibuat sangat mirip dengan Evoque yang akan segera diproduksi di Changshu, China, pada Oktober 2015. X7 yang memiliki mesin 2.0L turbocharger dan transmisi otomatis rencananya dijual tiga kali lebih murah dari Evoque yakni sekitar 150.000 yuan atau Rp 312,5 juta.

kompas.com Range Rover Evoque 5 Door

Hukum

JRL menganggap desain X7 melanggar Intellectual Property dan akan mengajukan komplain ke Pemerintah China. Investigasi terkait hukum sedang dilakukan dan JRL masih belum mau mengeluarkan pernyataan resmi sampai keputusan telah bulat.

“Sebagai perusahaan, kami telah berinvestasi besar di China dengan rekanan lokal Chery. Komitmen itu didasari oleh rencana bisnis yang jernih, yang memungkinkan kami mencapai target pasar dengan harga yang jelas. Apapun yang menghancurkan potensi keuntungan rencana kami berarti menghancurkan integeritas rencana itu,” ungkap Speth.

LandWind adalah pabrikan hasil kerja sama Changan Auto dan Jiangling Motors Corporation. Changan Auto adalah salah satu dari empat besar manufaktur besar di China, produksi tahunannya mencapai dua juta unit dan memiliki kontrak kerja sama lain bersama Ford, PSA Peugeot Citroen dan Suzuki.

Perusahaan ini sebelumnya telah terlibat masalah dengan menjual LandWind CV9, mobil yang didesain seperti menyontek Vauxhall Frontera yang dijual di Eropa. CV9 akhirnya tidak lagi dipasarkan setelah gagal uji tes Euro NCAP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.