advertorial

Tunjukkin Safety-mu! Ayo Uji SIM Bersama Michelin!

Kompas.com - 09/12/2014, 09:22 WIB
(Dari ki-ka) Head of Public Affairs PT Michelin Indonesia Nora Guitet, Country Director PT Michelin Indonesia Jean-Charles SIMON, Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Bakharuddin Muhammad Syah, Kasi Sarana Angkutan Jalan Dikyasa Polda Metro Jaya Kompol Endah Susilowati tengah memberikan SIM bagi salah satu peserta dari SMU 48 Jakarta Timur yang berhasil lulus pada ujian SIM hari ini di Taman Lalu Lintas, Cibubur. (Dari ki-ka) Head of Public Affairs PT Michelin Indonesia Nora Guitet, Country Director PT Michelin Indonesia Jean-Charles SIMON, Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Bakharuddin Muhammad Syah, Kasi Sarana Angkutan Jalan Dikyasa Polda Metro Jaya Kompol Endah Susilowati tengah memberikan SIM bagi salah satu peserta dari SMU 48 Jakarta Timur yang berhasil lulus pada ujian SIM hari ini di Taman Lalu Lintas, Cibubur.
Penulis advertorial
|
Editoradvertorial
Jean Charles SIMON dan AKBP Bakharuddin Muhammad Syah sedang mencoba mengerjakan ujian tertulis mengenai pemahaman aturan berlalu lintas sebagai salah satu prasayarat untuk mendapatkan SIM.
Sejumlah peserta yang sudah melaksanakan ujian teori dan praktek sedang mengantri untuk melakukan foto dan cap jari untuk pembuatan SIM.
Petugas PAMIN SIM Komunitas sedang memberikan penjelasan sebelum peserta melakukan ujian praktek untuk SIM A dan SIM C.

Pada Sabtu (22/11) lalu, ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang duduk di kelas XII mengikuti ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diselenggarakan oleh Michelin bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Ditlantas Polda Metro Jaya). Program bertajuk Tunjukkin Safety-mu! Ayo Uji SIM! yang berlangsung sejak September lalu ini telah memasuki tahap akhir.

Program tersebut merupakan bagian dari kampanye Road Safety Michelin yang diadakan untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas di kalangan remaja, terutama bagi calon pengemudi yang berusia 17 tahun. Program ini sendiri terbagi atas tiga tahap, yaitu:

  • September

Road Safety Seminar ke sejumlah SMA.

  • Oktober

Driving School (Sekolah Mengemudi) merupakan kegiatan belajar mengajar mengemudi secara teori dan praktik.

  • November

Ujian SIM yang terdiri dari ujian teori dan praktik.

“Kami merasa bangga karena selama proses berlangsung, anak-anak SMA tersebut memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap rangkaian program Road Safety. Seluruh pelajar mengikuti program dari tahap awal hingga akhir untuk kepemilikan SIM, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Ini merupakan suatu langkah awal yang baik dari mereka sebagai remaja yang peduli terhadap keselamatan berkendara,” cerita Jean Charles SIMON, Country Director PT Michelin Indonesia, saat ditemui di lokasi ujian SIM.

Program Tunjukkin Safety-mu! Ayo Uji SIM! ini merupakan salah satu upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang banyak dialami kalangan remaja. Melalui program komprehensif yang berlangsung selama 3 bulan, para pelajar diberikan pemahaman seputar tata tertib dan etika berlalu lintas.

Pada tahap Driving School, para pelajar tidak hanya diajarkan hal dasar seperti cara mengemudi yang benar dan aman, tetapi juga diajak untuk lebih peduli serta melakukan cek kondisi kendaraan dan tekanan angin ban. Selain itu, mereka juga diajarkan cara mengganti ban dalam kondisi darurat, karena ban merupakan salah satu faktor penting untuk kontrol kemudi dan satu-satunya bagian dari kendaraan yang memiliki kontak langsung dengan jalan.

Menurut Jean-Charles, sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya keselamatan berkendara adalah hal yang sangat penting untuk kalangan remaja, mengingat tingginya tingkat kecelakaan di kategori usia tersebut. Ia berpendapat, “Hal ini sebenarnya bisa dicegah jika mereka mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai keselamatan berkendara.”

Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas tahun 2013 yang dihimpun oleh Polda Metro Jaya, telah terjadi 6.498 kasus kecelakaan yang dialami pelajar dan mahasiswa. Dari angka tersebut, ada korban meninggal sebanyak 95 orang, luka berat sebanyak 409 orang, dan luka ringan sebanyak 703 orang. Salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan tersebut adalah pengemudi yang tidak memiliki SIM.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X