Otomotif Thailand Besar Tanpa Mobil Nasional

Kompas.com - 31/10/2014, 17:56 WIB
Ekspor mobil dari Thailand Febri Ardani Saragih/KompasOtomotifEkspor mobil dari Thailand
|
EditorAzwar Ferdian
Bangkok, KompasOtomotif — Salah satu faktor yang mendukung Thailand bisa menjadi basis produksi dan penjualan terbesar untuk mobil di ASEAN adalah ketiadaan orientasi dari pemerintah untuk membuat mobil nasional (mobnas).

Organisasi mandiri yang membawahi industri otomotif, Thailand Automotive Institute (TAI), mengatakan, tak ada ketergantungan terhadap mobnas membuat kebijakan pemerintah mengubah Thailand menjadi basis produksi otomotif.

"Setiap pemerintahan yang berkuasa, mereka pernah memikirkan mobnas. Akan tetapi, selalu ada dua pilihan. Pertama, melahirkan mobnas. Kedua, menjadi basis produksi. Pemerintah silih berganti, tetapi pilihan yang terbaik dan paling bisa diterima bukan mobnas. Sebab, menjadi basis produksi berarti kita merakit mobil untuk seluruh dunia. Thailand tidak punya visi membuat mobnas," ujar Presiden TAI Vichai Jirathiyut di Bangkok, saat dikunjungi oleh perwakilan media dari Indonesia, Kamis (30/10/2014).

Sejak 2012, produksi mobil di Thailand selalu melewati angka dua juta unit. Pada 2013, total produksi mobil ASEAN mencapai 4,439 juta unit, dan lebih dari setengahnya dihasilkan di negara kerajaan ini. Di Thailand, penjualan mobil untuk ekspor lebih banyak dibandingkan untuk pasar domestik.

Thailand punya pengalaman membesarkan industri otomotif nasional selama 50 tahun. TAI mengatakan bahwa membuka fasilitas pengembangan mobnas akan menggeser minat pihak asing untuk berinvestasi. Maka dari itu, kerugian yang paling terasa adalah ketiadaan potensi serapan dari tenaga kerja yang berjumlah besar.

Thailand tetap mempertahankan nasionalisme dengan mengembangkan produksi komponen mobil, dan kini telah terdapat lebih dari 2.000 perusahaan lokal yang berada di bawah koordinasi Thai Auto-Parts Manufacturers Association.

"Kami membangun pusat pengembangan untuk produk-produk komponen lokal agar bisa menghasilkan produk sendiri. Jadi, mereka punya skill mengembangkan suku cadang, tidak hanya memproduksi mobil untuk merek asing, tetapi juga membuat produk sendiri," papar Vichai.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X