Kompas.com - 08/03/2014, 17:04 WIB
Bazaar bagasi bisa jadi konsep baru yang menarik di dunia otomotif. Donny AprilianandaBazaar bagasi bisa jadi konsep baru yang menarik di dunia otomotif.
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Ketika mengunjungi Bazaar Bagasi yang diselenggarakan Tabloid Otomotif di area parkir Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, (8/3/2014), ada nuansa berbeda jika dilihat dari konsepnya. Memanfaatkan kabin MPV atau bagasi sedan, dan cukup parkir di area masing-masing, kegiatan jual-beli bisa dilakukan tanpa harus ribet buka lapak dan tenda.

Dunia otomotif memang luas, tak hanya menyediakan alat transportasi, tetapi juga bisa ditarik garis lain untuk kegiatan lain. Menurut Billy Riestianto, Editor in Chief Tabloid Otomotif, kegiatan ini terinspirasi dari agenda yang sama di Eropa dan Amerika.

”Di Amerika ada NOPI Show, digelar begitu saja di lapangan rumput, dan biasanya di tengah-tengah speedway (sirkuit). Di Inggris ada Carbootsale, mereka berkumpul di suatu tempat, buka bagasinya, dan kebanyakan mobil sedan. Karena ringkas, banyak yang ikut dalam acara itu, karena setelah selesai, tinggal tutup bagasi dan langsung pulang,” jelas Billy.

Ada Kebutuhan
Bazaar Bagasi sendiri adalah pilot project, pertama di Indonesia, dan rencananya bakal diselenggarakan rutin oleh Tabloid Otomotif. Ditambahkan Billy, itu semua karena ada kebutuhannya. Karena konsepnya menggabungkan dunia otomotif dan bisnis lain secara inline, agenda ini bisa jadi besar dan dinanti.

”Barang yang dijual sangat beragam, bermula dari bagasi. Bisa kita lihat, banyak pedagang yang menjual barang-barang rumah tangga misalnya Ikea (perabot rumah tangga) yang susah ditemui di Indonesia. Atau kalau barang otomotif bisa aneka rupa mulai aksesori sepeda motor dan mobil, sampai urusan modifikasi,” jelas Billy.

Donny Apriliananda Konsep buka bagasi mobil dan berdagang dari Bazaar Bagasi.

Kendala
Meski konsepnya terbilang oke dan disambut positif para pedagang dan pembeli, bukan berarti tidak ada kendala. Menurut Harry Kristianto, Publisher Otomotif Group Kompas Gramedia, pemilihan lokasi bisa jadi hambatan. Jika di luar negeri bisa digelar di tempat terbuka mana pun asal luas, di Indonesia tak bisa begitu saja.

”Kami melihat kegiatan ini sangat fleksibel, bisa diadakan di tengah kota, mendekati keramaian, mall, dan lainnya. Tapi memang kendalanya acalah cuaca. Kalau di Eropa sejuk dan nyaman, di Indonesia tidak bisa begitu. Kami sudah melihat kendala itu, tapi kalau tidak dicoba dulu tidak akan jalan,” tukas Harry.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alhasil, di awal, konsep Bazaar Bagasi diselenggarakan di pusat perbelanjaan. Secara crowd dapat, tidak terlalu panas, dan potensi dikunjungi sangat besar. Harapannya, ke depan, Bazaar Bagasi akan menjadi tempat hiburan keluarga meski tetap sajian utamanya adalah agenda otomotif. Dikatakan, komposisinya 60 persen bursa otomotif, sisanya keperluan lain.

Saat ini, Bazaar Bagasi diikuti 47 mobil yang buka bagasinya di lahan parkir ukuran 3X5 meter. Dalam praktiknya, sambutan masyarakat dalam event ini cukup antusias. Para pedagang yang buka bagasi untuk berdagang pun sangat puas dengan transaksi yang diperoleh.

”Kami berharap ajang ini menjadi salah satu yang dinanti para otomania. Kami punya Otobursa Tumplek Blek yang diselenggarakan satu kali dalam setahun. Dan ini akan menjadi event pendamping dengan konsep yang berbeda, dan mungkin bisa lebih sering diadakan,” tutup Harry. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X