Kompas.com - 11/02/2014, 07:39 WIB
CEO Nissan dan Renault, Carlos Ghosn Nissan Motor Co.CEO Nissan dan Renault, Carlos Ghosn
|
EditorZulkifli BJ
Tokyo, KompasOtomotif - Nissan Motor Company adalah produsen mobil paling tipis keuntungannya pada kuartal terakhir 2013 lalu dibanding rival senegaranya. Padahal nilai tukar yen yang melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) telah menambah pendapatan perusahaan dari ekspor. 

Laba bersih perusahaan melesat 57 persen menjadi 84,3 miliar yen (Rp 10,03 triliun) pada periode Oktober-Desember 2013. Ini merupakan keuntungan terendah dibandingkan dengan produsen Jepang lain, seperti Toyota dan Honda.

Hal langsung menyorot kinerja Carlos Ghosn sebagai orang #1. Padahal dua tahun lalu, Ghosn menghantarkan Nissan sebagai produsen mobil dengan keuntungan terbanyak, khususnya setelah pulih dari tsunami di Jepang. Nissan juga menggalakkan relokasi produksi besar-besaran dari Jepang karena nilai tukar yen semakin tinggi dan masuk ke negara-negara berkembang. 

Saat ini, Nissan masih berupaya memulihkan produksi yang tertunda. Termasuk, pertumbahan yang melambat di negara berkembang. 

"Mulai terasa sedikit krisis di perusahaan dan Ghosn menyelesaikannya perlahan-lahan. Kondisi akan membaik, tapi butuh waktu yang panjang," beber Tsuyoshi Mochimaru, analis otomotif dari Longine di Tokyo yang dilansir Reuters (10/2/2014).

Laba Bersih
Meskipun paling kecil keuntungannya, laba bersih perusahaan tercatat naik 33 persen, lebih tinggi dari perhitungan analis Bloomberg. Sedangkan laba usaha 78,7 miliar yen, 29 persen di bawah prediksi awal.

Tiga bulan lalu, Ghosn langsung merombak susunan manajemen. Ghosn bahkan memangkas jabatan nomor dua di Nissan (COO) dan beberapa eksekutif perusahaan. Ia juga menyusun ulang lingkup cakupan bisnis perusahaan dari tiga menjadi enam kawasan utama, termasuk China untuk meningkatkan efektivitas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

November lalu, Nissan juga mengumumkan memangkas target penjualan tahun ini 15 persen. Alasannya, eksekusi yang lemah plus turunanya pertumbuhan pasar negara berkembang.

Global penjualan Nissan, pada 2013 mencapai rekor baru 5,1 juta unit dan terjadi di negara, yaitu Amerika Serikat, China dan Meksiko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.