Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Motor Ganti Shockbreaker Belakang, Perhatikan Tingginya

JAKARTA, KOMPAS.com - Shockbreaker pada motor tidak terlepas dari modifikasi. Berbagai merek aftermarket menyediakan banyak pilihan model, mulai dari warna yang beragam sampai adanya tabung gas.

Namun jika ingin membeli shockbreaker aftermarket, perlu memerhatikan tingginya, apakah lebih tinggi atau rendah dari tipe standar. Karena jika mengganti dengan ukuran yang berbeda, ada efek samping yang akan dirasakan.

Teknisi Ohlins Indonesia, Zulfaisal mengatakan, perbedaan tinggi shockbreaker belakang akan sangat terasa perbedaan karakter berkendaranya, apalagi pada saat menikung.

Mengganti shockbreaker belakang akan berpengaruh pada berubahnya sudut rake dan trail di suspensi depan. Sudut rake adalah sudut yang dibuat dari kemiringan suspensi depan dari garis tegak lurus sumbu roda depan, ke pijakan roda dengan tanah.

“Kalau lebih panjang dari standar, posisi duduk akan condong ke depan. Sehingga shock depan bebannya jadi lebih berat,”kata pria yang biasa disapa Izul kepada Kompas.com, Rabu (5/8/2020).

Mengganti shockbreaker belakang yang lebih tinggi membuat motor lebih mudah untuk diajak bermanuver, namun kurang stabil jika berada di trek lurus. Sedangkan shockbreaker yang lebih rendah membuat motor stabil di trek lurus, namun handlingnya sulit.

Selain mengubah rasa berkendara, tentunya secara fisik, tampilan motor juga berubah. Jika memakai shockbreaker yang lebih panjang, ban belakang akan lebih dekat ke lantai, begitu juga sebaliknya.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/08/05/190100415/motor-ganti-shockbreaker-belakang-perhatikan-tingginya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke