SOLO, KOMPAS.com - Saat musim hujan banyak komponen pada mobil bisa saja terkontaminasi dengan air, apalagi yang harus terpaksa melewati genangan air atau bahkan banjir.
Salah satu komponen yang bisa terkontaminasi adalah oli mesin, pasalnya jika sampai terkena air maka pelumasan tidak akan sempurna dan kinerja mesin bisa terganggu.
Iwan, Pemilik Bengkel Mobil Iwan Motor Honda Auto Clinic, mengatakan, ketika musim hujan oli mesin akan mudah terkontaminasi, terutama mobil yang berusia di atas 10 tahun.
Baca juga: Update Kondisi Jorge Martin Usai Kecelakaan di Sepang
"Saat musim hujan, untuk mobil yang sudah berumur di atas 10 tahun memang harus selalu memperhatikan kualitas olinya," ucap Iwan kepada Kompas.com, Rabu (5/2/2025).
Iwan menjelaskan, hal ini terjadi karena mobil dengan usia itu akan rawan adanya kebocoran di bagian-bagian perpak-perpaknya.
"Sehingga akan mudah menyerap uap air dan masuk ke ruang mesin, itu akan terkontaminasi oli mesin" ucap Iwan.
Iwan juga mengatakan, supaya hal yang tidak diinginkan dapat dihindari makan waktu penggantian oli mesin bisa dipercepat.
Baca juga: Opsen Pajak Kendaraan Belum Berdampak ke Pasar Motor Baru
"Cara paling mudah supaya tidak menimbulkan masalah, yaitu dengan mengganti oli lebih cepat dari waktu penggantian rutin. Misalkan penggantian 6 bulan dibikin 4-5 bulan sekali," ucapnya.
Sementara, untuk mobil keluaran tahun baru, Iwan mengatakan, akan cenderung lebih aman sehingga hanya perlu penggantian secara rutin sesuai jadwal.
"Untuk mobil-mobil baru relatif aman, karena hampir tidak ada kebocoran di perpak. Cukup lakukan penggantian rutin saja sesuai jadwal," ucap Iwan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.