Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wacana Libur Akhir Tahun Dikurangi, Bagaimana Nasib Mobil Bekas?

Kompas.com - 27/11/2020, 15:01 WIB
Stanly Ravel,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar jadwal libur panjang akhir tahun dikurangi dari yang sebelumnya telah ditetapkan.

Hal tersebut guna mengantisipasi timbulnya klaster Covid-19 usai libur panjang. Namun demikian, pembahasan masih dilakukan dan belum ada ketetapan resminya.

Lantas apakah bila masa libur dikurangi akan berdampak pada penjualan mobil bekas, mengingat liburan Natal dan akhir tahun menjadi momen panen setelah pasar lesu akibat pandemi Covid-19.

Menanggapi kondisi tersebut, Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan, bila melihat dari tren yang ada saat ini, meskipun libur panjang dibatasi tidak akan signifikan berpengaruh pada penjualan.

Baca juga: Dari Avanza sampai Mercy, Mobil Bekas Taksi Ramai Dicari Saat Pandemi

"Trennya sekarang sedang bergerak terus, sudah positif sejak relaksasi (mobil baru) dibatalkan. Kalau kita lihat dari data, rata-rata mobil 7 penumpang dengan harga rendah yang permintaannya sejauh ini cukup tinggi," ucap Herjanto kepada Kompas.com, Jumat (27/11/2020).

"Artinya, ada kebutuhan orang untuk bersama keluarga, melihat dari momen merka akan menggunakan untuk perjalanan liburan akhir tahun. Jadi meski dkurangi, selama ada jatah libur mereka akan tetap melakukan pergerakan," kata dia.

Lebih lanjut Herjanto menjelaskan, walaupun masa libur panjang dibatasi, namun bagi orang yang memiliki jatah cuti masih panjang, maka tidak akan berpengaruh lantaran masih bisa menggunakan haknya.

Selain itu, akhir tahun juga menjadi hal yang dinanti-nanti sebagian besar masyarakat, mengingat dalam beberapa bulan terakhir banyak aturan terkait perjalanan jarak jauh. Contohnya seperti saat musim mudik Lebaran lalu.

Baca juga: Cara Mudah Jual Mobil Bekas di Tengah Pandemi

"Intinya tidak signifikan, masyarakat juga sudah banyak yang menantikan liburan karena jenuh. Pilihan mereka menggunakan mobil pribadi karena saat ini kan lebih murah dibandingkan mereka harus naik transportasi umum dengan syarat harus rapid dan lain-lainnya," ucap Herjanto.

Sebelumnya, Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengatakan, peningkatan penjualan mobil bekas sudah mulai terlihat dari akhir November seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, secara persentase memang berbeda karena adanya Covid-19.

Peningkatan penjualan mobil bekas di akhir tahun tak lepas dari kebutuhan sebagian orang untuk mudik dan berlibur.

Baca juga: Hati-hati, Jangan Sampai Beli Mobil Bekas yang Kena Tilang Elektronik

"Kebutuhannya masih sama dengan tahun lalu, tapi ada juga yang memang untuk menghidari menggunakan transportasi umum. Peningkatan penjualan sendiri sudah terjadi dari November sampai jelang Desember nanti," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kapal Selam Wisata Tenggelam di Laut Merah, 6 Orang Tewas
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau