Penyebab Penjualan Motor Honda Turun di Indonesia - Kompas.com

Penyebab Penjualan Motor Honda Turun di Indonesia

Aditya Maulana
Kompas.com - 07/12/2017, 09:42 WIB
Penjaga stan duduk di motor Honda CBR1000RR terbaru ketika berlangsungnya GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (10/8). Pameran otomotif tersebut diikuti 32 Agen Pemegang Merek (APM), 10 merek motor dan lebih dari 130 exhibitor non APM. ANTARA FOTO/Saptono/Kye/17ANTARA FOTO/Saptono Penjaga stan duduk di motor Honda CBR1000RR terbaru ketika berlangsungnya GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (10/8). Pameran otomotif tersebut diikuti 32 Agen Pemegang Merek (APM), 10 merek motor dan lebih dari 130 exhibitor non APM. ANTARA FOTO/Saptono/Kye/17

Semarang, KompasOtomotif - Penjualan sepeda motor Honda di Indonesia, periode 2014-2016 terus melandai. Sepanjang 2014 terjual 5.051.100 unit, kemudian 2015 tercatat 4.450.000 unit, sedangkan 2016 mencapai 4.380.888 unit.

Sementara berdasarkan data yang diinformasikan PT Astra Honda Motor (AHM) di acara Workshop Wartawan Industri 2017 di Ungaran, Semarang, sepanjang Januari hingga Oktober 2017, baru menjual 3.673.452 unit.

Merek motor asal Jepang itu optimistis sampai akhir tahun bisa tembus diangka 4 juta unit. Namun, detailnya belum bisa diinformasikan.

David Budiono, Production, Engineering, and Procurement Director AHM menjelaskan, selama dua tahun terakhir komoditi terutama dari batu bara, dan minyak kelapa sawit atau CPO pergerakannya sedikit menurun.

Baca juga: AHM Buka Komunikasi dengan SMK Indonesia Timur

"Kalau untuk roda dua jelas faktor itu mempengaruhi kondisi pasar," kata David di Semarang, Rabu (6/12/2017).

Selain itu, peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti penetapan uang muka, hingga tarif baru penerbitan sertifikat registrasi uji tipe (SRUT), ikut mempengaruhi daya beli masyarakat.

"Mudah-mudahan tahun depan kedua faktor itu bisa lebih baik lagi, sehingga menciptakan pasar positif, khususnya buat roda dua. Daya beli masyarakat juga bisa tumbuh lagi di tahun depan," ujar David.

PenulisAditya Maulana
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM