Belajar dari Teladan Pengawalan Jokowi di Jalan Raya - Kompas.com

Belajar dari Teladan Pengawalan Jokowi di Jalan Raya

Stanly Ravel
Kompas.com - 11/10/2017, 13:22 WIB
Iring-iringan Presiden Joko Widodo terjebak kemacetan saat akan menuju lokasi peringatan HUT ke-72 TNI. Jokowi pun berjalan kaki sepanjang 3 kilometer menuju lokasi. KOMPAS.com/IHSANUDDIN Iring-iringan Presiden Joko Widodo terjebak kemacetan saat akan menuju lokasi peringatan HUT ke-72 TNI. Jokowi pun berjalan kaki sepanjang 3 kilometer menuju lokasi.

Jakarta, KompasOtomotif - Kasus semena-mena di jalan raya dengan menyalakan lampu rotator atau strobo dan sirine masih sering terjadi. Mirisnya, beberapa oknum memanfaatkan perangkat tersebut hanya sekadar untuk mendapat jalan dan terhindar dari tumpukan kemacetan.

Menariknya, tindakan tersebut justru tidak dilakukan oleh orang nomor satu di Indonesia yang notabennya justu punya hak istimewa untuk selalu didulukan di jalan raya.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ( Jokowi), selalu melakukan konvoi bersama Pasukan Pengaman Presiden (Paspamres) tanpa membunyikan sirine. Menariknya, meski dengan pengawalan ketat, namun rombongan RI 1 tidak pernah mengentikan laju kendaraan lain hanya untuk mendapatkan prioritas.

Ketika mengkonfirmasi ke Juru Bicara Istana Johan Budi Sapto Prabowo, menjelaskan hal tersebut dilakukan atas kehendak pak Jokowi sendiri.

Baca : Pakai Rotator, Tidak Bertanggung Jawab dan Ego Tinggi

Ilustrasi lampu rotator sirene kendaraan kabarmakassar.com Ilustrasi lampu rotator sirene kendaraan

"Sebenarnya pengawalan dan atensi lebih memang prioritas pejabat negara, tapi beliau (Jokowi) enggan tuh begitu. Takutnya ganggun pengguna jalan lain, jadi memang bapak sendiri yang minta tanpa sirine saat sedang konvoi," ucap Johan saat berbincang dengan KompasOtomotif, Rabu (11/10/2017).

Sedangkan untuk menghentikan laju kendaraan lain, menurut Johan selama ini sangat jarang dilakukan. Meski pun terpaksa dilakukan, sifatnya hanya dalam situasi tertentu.

"Paling kalau sedang buru-buru, tapi jarang sekali selama saya ikut iring-iringan yah. Kalau pun dilakukan, pasti bapak selalu kasih perintah jangan lama-lama, dan pengawalnya juga santun," kata Johan.

PenulisStanly Ravel
EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Aksi Pebalap di Final Honda Dream Cup 2017 (Foto)

Aksi Pebalap di Final Honda Dream Cup 2017 (Foto)

Feature
Ini Pelatih Baru Jorge Lorenzo Musim 2018

Ini Pelatih Baru Jorge Lorenzo Musim 2018

Sport
Suzuki Swift Menghilang

Suzuki Swift Menghilang

Feature
Daftar Jawara Honda Dream Cup 2017

Daftar Jawara Honda Dream Cup 2017

Sport
Sunday Test Drive Harus Sering Digelar

Sunday Test Drive Harus Sering Digelar

Feature
Honda CRF150L Inden Satu Bulan

Honda CRF150L Inden Satu Bulan

News
Suzuki Jualan Ciaz Sampai Stok Habis

Suzuki Jualan Ciaz Sampai Stok Habis

News
Ini Daftar Motor Terlaris di November 2017

Ini Daftar Motor Terlaris di November 2017

News
Pesanan Honda PCX 150 Mulai Menumpuk dari Jawa Timur

Pesanan Honda PCX 150 Mulai Menumpuk dari Jawa Timur

News
Restorasi Mercy G-Class Lawas, Butuh Puluhan Juta Rupiah

Restorasi Mercy G-Class Lawas, Butuh Puluhan Juta Rupiah

Modifikasi
Tunggu ”Revolusi” Pikap Carry Suzuki, Tak Lama Lagi

Tunggu ”Revolusi” Pikap Carry Suzuki, Tak Lama Lagi

Niaga
Fortuner Buatan Indonesia Laku Keras di Filipina dan Vietnam

Fortuner Buatan Indonesia Laku Keras di Filipina dan Vietnam

News
Ribuan Kendaraan Uji Emisi Gratis di Kemayoran

Ribuan Kendaraan Uji Emisi Gratis di Kemayoran

News
Jualan Motor Kembali Minus di November 2017

Jualan Motor Kembali Minus di November 2017

News
Toyota Jadi Produsen Hibrida Pertama di Indonesia?

Toyota Jadi Produsen Hibrida Pertama di Indonesia?

News
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM