Aturan Larangan Bus Masuk Puncak, Terkesan Panik! - Kompas.com

Aturan Larangan Bus Masuk Puncak, Terkesan Panik!

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 05/05/2017, 15:05 WIB
Polres Bogor. Pemasangan papan pelarangan kendaraan roda enam atau lebih untuk memasuki puncak.

Jakarta, KompasOtomotif – Kecelakaan bus yang berulang terjadi di Jalan Raya Puncak membuat pihak yang berwenang mulai bertindak. Setelah melakukan pemeriksaan kepada bus-bus yang melintas di puncak, kali ini meningkat berupa pelarangan.

Dari unggahan foto yang diambil dari akun Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) dari Porles Bogor, papan rambu yang menyebut “Kendaraan roda enam atau lebih dilarang memasuki Jalur Puncak” sudah dipasang.

Baca juga : Sering Kecelakaan Bus, Ada Apa dengan Puncak?

Saat ditanyakan KompasOtomotif, Edo mengatakan, kalau ini merupakan langkah yang terkesan panik, lantaran beberapa kekecalakaan yang terjadi, serta menuai banyak komentar dari berbagai pihak. Walaupun memang ini salah satu upaya mewujudkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan lalu lintas jalan.

“Dalam kasus larangan melintas di kawasan wisata Puncak, Jawa Barat ada kesan sebagai kebijakan panik. Maklum, lahirnya larangan tersebut didahului dengan bertubi-tubinya kecelakaan lalu lintas jalan yang melibatkan bus dan truk,” ucap Edo, Jumat (5/5/2017).

Edo melanjutkan kalau mengutip Undang-undang Nomor 22 tahun 2009  pasal 266 ayat tiga, apa yang terjadi di Puncak belakangan ini bisa masuk kategori "keadaan tertentu", yang artinya adanya peningkatan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Jalan, angka kejahatan yang menyangkut kendaraan bermotor.

Kemudian pengingkatan  jumlah kendaraan bermotor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan laik jalan, tingkat ketidaktaatan pemilik dan pengusaha angkutan untuk melakukan uji KIR pada waktunya, tingkat pelanggaran perizinan angkutan umum, serta tingkat pelanggaran kelebihan muatan angkutan barang.

Baca juga : Kecelakaan Puncak, Ketua Komisi V Sebut Kemenhub “Gagal”

“Kawasan wisata yang membentang dari Bogor hingga Cianjur itu memiliki medan jalan berkelok, menanjak, dan menurun. Praktis bila kendaraan yang melintas tidak memenuhi syarat kelaikan jalan, bakal menimbulkan persoalan lain. Sebut saja misalnya kemacetan lalu lintas, dan bukan tidak mungkin berakibat kecelakaan,” tutur Edo.

“Di sisi lain, ada persoalan besar yakni perilaku pengguna jalan yang abai atau nakal, yang mensiasati aturan demi kepentingan sesaat, misal, pendapatan dari biaya angkutan. Mengutip teori engineering, education, dan enforcement, kita patut menekankan lebih serius sisi edukasi. Artinya, sosialisasi yang luas dalam membangun kesadaran keselamatan sebagai prioritas dalam berlalu lintas jalan. Yakinlah saat hal itu sudah menjadi budaya, penegakan hukum menjadi lebih mudah,” ujar Edo.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Modifikasi
Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

News
Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar 'Hatchback'

Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar "Hatchback"

News
Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

News
Kupas 'Coupe' Sport Lexus LC500

Kupas "Coupe" Sport Lexus LC500

Produk
Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

News
McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

News
Honda Jazz 'Facelift' Lebih Mahal Rp 6 Juta

Honda Jazz "Facelift" Lebih Mahal Rp 6 Juta

Produk
McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

Produk
Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Produk
Mazda CX-8 Tantang CR-V 7-Penumpang Tahun ini

Mazda CX-8 Tantang CR-V 7-Penumpang Tahun ini

News
Motor Bebek Malaysia Mau Adu Nasib di Indonesia

Motor Bebek Malaysia Mau Adu Nasib di Indonesia

News
BMW Motorrad Cetak Rekor Jualan Paruh Pertama 2017

BMW Motorrad Cetak Rekor Jualan Paruh Pertama 2017

News
Pasar Mobil Malaysia Tumbuh 1,7 Persen Akhir 2017

Pasar Mobil Malaysia Tumbuh 1,7 Persen Akhir 2017

News
Bahas Desain Lampu Revolusioner Mitsubishi Expander

Bahas Desain Lampu Revolusioner Mitsubishi Expander

News
Close Ads X