Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Walaupun Jendela Tertutup, Merokok di Dalam Mobil Tetap Dilarang

Kompas.com - 03/04/2024, 11:22 WIB
Daafa Alhaqqy Muhammad,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Merokok saat berkendara merupakan satu pelanggaran yang masih cukup sering dijumpai di jalan, dan dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Pelanggaran semacam ini juga umumnya dilakukan oleh pengemudi mobil. Anggapan yang berkembang, perilaku semacam ini aman dan boleh-boleh saja dilakukan selama jendela dalam keadaan tertutup, benarkah demikian?

Kabaminharwan Kamseltibcarlantas Ditlantas Polda Metro Jaya AKP Ukke Adhan Handriawan mengatakan, asumsi tersebut dinilai keliru. Merokok saat berkendara dianggap sebagai pelanggaran, baik itu dilakukan di mobil ataupun motor.

"Intinya merokok itu dilarang saat sedang mengoperasikan kendaraan di jalan umum. Bisa itu mobil, motor, bus, semuanya," ucap dia kepada Kompas.com, Senin (1/4/2024).

Baca juga: Janji GAC Aion Bawa Ekosistem EV ke Indonesia

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jabodetabek Terkini (@jabodetabek.terkini)

Ukke menambahkan, sekalipun seseorang merokok di dalam mobil dalam keadaan kaca tertutup dan tidak membuang abu sembarangan, hal ini masih dianggap sebagai pelanggaran.

Adapun dasar hukum yang dijadikan rujukan adalah Pasal 106 atau (1) undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Berdasarkan ketetapan di dalam pasal tersebut, semua pengguna kendaraan diwajibkan untuk selalu fokus saat sedang berkemudi. Perilaku merokok dan sejenisnya dianggap bisa menurunkan konsentrasi, dan memicu bahaya kecelakaan.

"Terserah itu merokok, main hape, dan lain-lain itu tidak boleh dilakukan. Risikonya terlalu tinggi," kata Ukke.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Gempa Myanmar Tewaskan 3.000 Orang, Militer Umumkan Gencatan Senjata
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau