Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/01/2023, 19:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Aksi ugal-ugalan bus antar kota antar provinsi (AKAP) kembali terjadi, bahkan melibatkan tiga armada perusahaan otobus (PO) yang berbeda.

Kejadian ini terjadi di jalan Jogja-Purworejo utara Pendowo dan terekam dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @ dashcamindonesia. Hanya saja tidak disebutkan kapan kejadian tersebut terjadi.

Dalam video tersebut, ketiga bus tersebut seolah berlomba untuk jadi yang paling cepat dengan menyalip kendaraan lain dan keluar jalur. Bus melaju dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalur kanan.

Terekam dalam video, bus yang terlibat aksi berbahaya itu ada dari PO Rosalia Indah dan Eka, namun tidak diketahui bus yang ketiga.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, aksi balapan ketiga bus tersebut sangat berbahaya bagi pengguna jalan lain.

Baca juga: Yamaha Indonesia Hilangkan Fitur Rem ABS pada Grand Filano

“Tindakan tersebut menyusul dari kanan tapi tidak clear, melanggar marka jalan dan ugal-ugalan. Hal ini sangat memprihatinkan, bayangkan pengemudi bus yang SIM nya B1 atau B2 yang juga secara grade di atas rata-rata tapi mengemudinya arogan,” kata Sony kepada Kompas.com, Rabu (18/1/2023).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)


Menurut Sony, dari kejadian yang terekam video tersebut menjadi bukti bahwa keterampilan soft skill sopir bus menjadi sebuah keharusan ketika sudah di jalan umum.

Namun, yang masih menjadi masalah utama dari PO bus adalah menargetkan ketibaan sesuai terjadwal, sementara kondisi jalan yang tidak terprediksi seperti macet, capek dan lainnya tidak diperhitungkan.

“Akhirnya jurus kecepatan bus dan keterampilan pengemudi dikeluarkan dan kecelakaan tinggal tentang waktu,” kata Sony.

Baca juga: Yamaha Indonesia Hilangkan Fitur Rem ABS pada Grand Filano

Masalah lainnya yang kerap menjadi kebiasaan buruk sopir bus adalah menyiasati kantuk dan emosi dengan cara ugal-ugalan, melanggar rambu-rambu tidak hanya lalu lintas tapi juga rambu-rambu keselamatan seperti kebut-kebutan, sambil berponsel, merokok, berebut penumpang dan lainnya yang membahayakan.

“Menurut saya, kejadian seperti sudah harus dihentikan. Bukan lewat sopirnya, tapi di upload lewat medsos, sehingga tidak ada lagi yang mau naik bus yang berbahaya tersebut. Kalau sopir bus sih biasanya bebal, hanya kecelakaan yang bisa menghentikan aksi mereka,” kata Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.