Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspada Barang Jatuh dari Truk Bermuatan, Ini Cara Aman Menghindarinya

Kompas.com - 18/01/2023, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini, terjadi insiden di Malaysia, di mana kaca depan mobil tertembus tiang yang terjatuh dari truk. Kejadian tersebut bisa sangat fatal akibatnya jika pengguna jalan tidak waspada.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @crushmedia.id, terlihat tiang terjatuh dari truk yang bermuatan. Tiang tersebut menembus kaca depan mobil dan tertancap di bagian depan.

Beruntung tidak ada penumpang di baris pertama. Sebab, posisinya benar-benar mengarah ke kursi penumpang.

Baca juga: Terjadi Lagi, Remaja Tewas karena Hadang Truk Demi Konten

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, jika ada truk bermuatan, maka antisipasi yang harus dilakukan ada dua hal.

Muatan truk yang terjatuh dan tertancap di kaca depan mobilDok. @crushmedia.id Muatan truk yang terjatuh dan tertancap di kaca depan mobil

"Pertama, jaga jarak dengan kendaraan truk dan bermuatan. Jangan merasa aman-aman saja sekalipun muatan sudah ditutup, karena semua kemungkinan terhadap risiko buruk bisa terjadi," ujar Sony, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Sony menambahkan, sebisa mungkin menempatkan posisi di balik kendaraan lain atau jarak satu mobil, untuk menghindari pentalan atau tumpahan material.

"Kedua, truk yang berjalan kencang harus diwaspadai. Curigai dari kibasan penutup material dan disinkronkan dengan spidometer sendiri. Setelah itu, jadikan obyek muatan sebagai target adanya potensi bahaya," kata Sony.

Baca juga: Perjuangan Mobil dan Truk Libas Tanjakan di Jalan Lintas Sumatera

Menurut Sony, jika terjadi insiden seperti pada video, harusnya bisa dihindari dengan kebiasaan mata bergerak melihat titik-titik sekitar kendaraan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Crush Media (@crushmedia.id)

"Pertama, kaca spion untuk memastikan di sisi kiri atau kanan ada ruang yang aman untuk menghindari. Kedua, obyek-obyek yang berpotensi bahaya atau muatan terbang," ujarnya.

"Ketiga, perhatikan kecepatan kendaraan di sekitar. Setelahnya, usahakan obyek yang terbang dibenturkan bodi dengan cara manuver ke kanan, kiri, atau mengerem," kata Sony.

Menurutnya, semua adalah tindakan antisipasi. Tidak ada yang benar-benar aman di kondisi tersebut, tapi paling tidak reaksinya terukur dan mampu meminimalisasi risiko bahaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.