Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/01/2023, 14:41 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) hingga saat ini masih menjadi pilihan banyak orang untuk berpergian.

Bagi yang kerap naik layanan bus AKAP dari beberapa perusahaan otobus (PO), pemandangan dua kursi di depan atau samping sopir kerap merupakan hal yang kerap dijumpai. Namun, kehadiran dua kursi tersebut memiliki peran yang penting bagi awak bus AKAP.

Baca juga: Mengapa Sullit Terapkan Rumus 3 Detik Jaga Jarak di Tol Indonesia

Kursi yang biasanya bisa dilipat tersebut diperuntukkan sopir pengganti dan juga kernet bus. Alhasil, kursi tersebut punya nama kursi CB (Crew Bus) dan CD (Co Driver).

Salah satu sopir bus AKAP dari PO Raya yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, keberadaan dua kursi tersebut berkaitan dengan keselamatan berkendara.

“Penting bagi sopir bus malam dua kursi itu untuk crew bus lain, terutama berkaitan untuk pelayanan yang nyaman dan keamanan. Maka, butuh sopir dua setiap perjalanan, kalau hanya satu sopir ditakutkan ngantuk. Sopir itu musuhnya ngantuk. Kalau ngantuk, akan fatal kejadiannya,” kata pria yang sudah bekerja selama 10 tahun di PO Raya itu kepada Kompas.com, Minggu (9/1/2023).

Keberadaan dua kursi di samping sopir sejalan dengan profesi sopir bus yang punya tanggung jawab besar karena harus mengantarkan banyak orang dengan aman, serta bertanggung jawab atas armada perusahaan.

Maka dari itu, profesi ini membutuhkan seseorang yang punya ketangguhan tinggi dan kemampuan berkendara yang baik.

Kabin Bus AKAP baru PO new ShantikaDOK. ADIPUTRO Kabin Bus AKAP baru PO new Shantika

Sopir bus PO Raya tersebut juga mengatakan, setiap sopir bus jarak jauh biasanya ketika bekerja atau berkendara selama lima jam sudah merasa lelah.

Alhasil, adanya kru lain yang duduk di dua kursi samping sopir bisa menjadi penghilang rasa suntuk dengan sesekali mengobrol agar tidak mengantuk.

Baca juga: Belajar Cara Terapkan Rumus Jaga Jarak 3 Detik di Jalan Tol

Mengenai gaji sopir bus kedua atau sopir pengganti, sopir bus PO Raya itu menyebutkan bahwa perusahaan tempatnya bekerja menerapkan pembayaran yang sama seperti sopir pertama.

“Premi dan bayaran untuk si sopir kedua ya sama saja. Tergantung cara pengaturannya saja PO. Memang kehidupan bus malam itu serba unik dan menarik,” kata sopir bus AKAP tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.