Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seberapa Aman Gunakan Octane Booster dalam Jangka Panjang?

Kompas.com - 10/12/2022, 13:34 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Banyak pengguna kendaraan memilih alternatif untuk meningkatkan kualitas bahan bakar. Salah satunya dengan octan booster sebagai solusi di tengah kenaikan harga BBM.

Dengan tambahan aditif, diklaim kualitas BBM bisa naik signifikan dan berdampak pada peningkatan performa mesin. 

Meski demikian, tentu ada dampak buruk atau efek samping yang bisa saja terjadi. Apalagi, jika penggunaan zat aditif tersebut memang digunakan untuk beberapa lama. 

Selain memperbaiki kualitas ruang bakar, ternyata penggunaan zat aditif juga meninggalkan sisa endapan kerak karbon, seperti yang disampaikan Kepala Bengkel Nasmoco Majapahit Semarang Bambang Sri Haryanto. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Isi BBM saat Hujan dapat Volume Lebih Banyak

"Aditif jenis apa pun mempunyai efek samping. Berbeda seperti BBM oktan tinggi. Kandungan zat aditif tak bisa langsung terkompresi sempurna, ada semacam friksi di ruang bakar dan silinder," ucap Bambang kepada Kompas.com, Sabtu (10/12/2022). 

Harga Pertalite, Solar, dan Pertamax terbaru yang naik mulai 3 September 2022Freepik Harga Pertalite, Solar, dan Pertamax terbaru yang naik mulai 3 September 2022

Seperti diketahui, cairan penambah oktan diklaim menghilangkan gejala ngelitik dan jadi jawaban untuk mengembalikan tenaga yang hilang.

Tak hanya itu, selain menambah angka oktan, cairan tersebut juga disebut dapat membersihkan ruang bakar.

Zat aditif yang banyak digunakan berjenis octane enhancer non-oxygenated. Zat ini dibuat dengan bahan dasar campuran dari unsur timbal, besi, dan mangan.

"Yang jadi masalah lambat laun kandungan beberapa jenis logam tersebut merusak sistem pembakaran itu sendiri. Akibatnya, pembakaran malah jadi bermasalah bila memakai bahan bakar biasa tanpa campuran aditif," kata dia.

Baca juga: Sensasi Singkat di Balik Kemudi Innova Zenix V Bensin

Mekanik bengkel resmi Toyota Nasmoco Majapahit Semarang melakukan pergantian oli mesin Innova Reborn Dicky Aditya Wijaya Mekanik bengkel resmi Toyota Nasmoco Majapahit Semarang melakukan pergantian oli mesin Innova Reborn

Maka dari itu, Bambang menyebutkan, beberapa produsen zat aditif tak merekomendasikan produknya dipakai harian. 

"Agar aman bisa dijadwalkan, campur kapan waktu tepat menggunakan aditif dan bisa diselingi penggunaan BBM oktan tinggi sesekali," ujarnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.