Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/12/2022, 15:01 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) belum lama ini meluncurkan line-up kendaraan listrik murni yakni Toyota bZ4X.

Kehadirannya langsung memikat perhatian pecinta otomotif, bahkan belum genap sebulan meluncur mobil ini dikabarkan sudah menyentuh angka 1.300 SPK.

Padahal, perseroan sebelumnya mengatakan bahwa kuota unit bZ4X sampai akhir tahun ini tidak banyak, yakni hanya sekitar 50-60 unit.

Baca juga: Tantangan Wujudkan Target Produksi Kendaraan Listrik Indonesia

Dengan begitu, sudah dapat dipastikan bahwa inden bZ4X bakal panjang, terlebih lagi mobil ini merupakan unit yang diimpor secara utuh dari negara asalnya yaitu Jepang (Toyota Motor Corporation/TMC), alias completely build up (CBU).

“Kita udah sampaikan dan memang info dari Jepang, di Thailand, Eropa dan Amerika juga permintaannya sangat besar. Mereka juga terkejut permintaan di Indonesia sangat tinggi, sehingga TMC sedang menyesuaikan produksi, dan kita juga sedang bicara dengan TMC sampai akhir bulan ini kira-kira alokasi tahun depan itu kapan,” ucap Anton Jimmi Suwandi, Marketing Director PT Toyota Astra Motor, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2022).

Lantas, berapa lama inden yang dibutuhkan untuk konsumen yang ingin membeli bZ4X? Mengingat dengan waktu inden yang cukup lama bisa membuat konsumen membatalkan pesanan kapan saja.

Toyota bZ4X Meriahkan Pameran Kendaran Elektrifikasi di Nusa Dua BaliToyota Toyota bZ4X Meriahkan Pameran Kendaran Elektrifikasi di Nusa Dua Bali

“Kita sampaikan apa adanya, bahwa memang Februari baru kita suplai, dan kalau kita bicara 1.300 unit ini baru kita bisa jawab di akhir bulan Desember ini. Mereka tidak masalah, karena mereka menyadari mobil listrik di dunia itu inden,” kata dia.

Meski begitu, Anton mengatakan, perseroan bakal terus berusaha untuk komunikasi dengan pihak TMC terkait alokasi unit di Indonesia.

Baca juga: Toyota Sebut, Innova EV Masih Berstatus Studi

“Karena kalo CBU kita tidak akan ambil produksi Januari karena itu VIN lama, jadi itu produksi Desember sampai Januari. Mungkin unit tahun depan akan datang Februari, nah Februari itu jumlahnya berapa kita lagi nego coba dapatkan secepatnya,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.