Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/12/2022, 14:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Toyota Astra Motor belum lama ini meluncurkan dua line-up kendaraan elektrifikasinya melalui Toyota bZ4X dan Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid.

Kedua mobil tersebut langsung mendapat sambutan positif dari konsumen otomotif. Bahkan belum sebulan meluncur, SPK kedua unit tersebut sudah mencapai ribuan unit. Lebih rinci bZ4X telah mencatatkan 1.300 pemesanan, dan Kijang Innova Zenix menorehkan 4.000 SPK.

Untuk diketahui saat ini Kijang Innova Zenix telah diproduksi secara lokal alias di pabrik Toyota, tepatnya di Karawang I, Jawa Barat.

Sedangkan untuk unit bZ4X masih diimpor secara utuh dari negara asalnya yaitu Jepang (Toyota Motor Corporation/TMC), alias completely build up (CBU).

Baca juga: Selain bZ4X Toyota Bakal Luncurkan Mobil Listrik Lagi di Indonesia

Tak hanya itu, kabarnya Toyota juga bakal meluncurkan Toyota Kijang Innova Electric Vehicle (EV), namun sampai saat ini statusnya masih dalam tahap studi.

Lantas apakah Toyota berencana untuk memproduksi mobil listrik di Tanah Air? Mengingat permintaan kendaraan listrik Toyota cukup besar. 

Menjawab hal ini, Anton Jimmi Suwandi, Marketing Director PT Toyota Astra Motor mengatakan, hal tersebut bisa saja terjadi, hanya saja perlu adanya pembicaraan lebih lanjut dengan Toyota Motor Corporation (TMC) dan prinsipal.

“Segala sesuatu mungkin saja, kita akan diskusi dengan TMC dan prinsipal kedepan, produksi dalam negeri akan seperti apa,” ucap Anton, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2022).

Proses pengecatan bodi Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid di pabrik TMMIN, Karawang, Jawa Barat.Toyota/TMMIN Proses pengecatan bodi Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid di pabrik TMMIN, Karawang, Jawa Barat.

Anton melanjutkan, tidak selamanya demand kendaraan elektrifikasi dari konsumen besar. Sebab, pihaknya memperkirakan hanya di awal saja sekitar satu sampai tiga bulan. Setelah itu baru ketahuan pola normal pembelian.

Baca juga: Jadi Salah Satu Jenis Rem Blong, Kenali Fenomena Tekor Angin

“Tapi kan belum ada konfirmasi, masih dalam tahap diskusi dan belum ada apapun yang bisa kita sampaikan. Ini kan baru satu bulan, jadi kita lihat juga kondisi stabilnya gimana, demand-nya seperti apa, model dan segmen apa, kita akan studi juga untuk lokal produksi,” lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.