Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Bakal Kembangkan Industri Baterai Kendaraan Listrik

Kompas.com - 09/12/2022, 07:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa Indonesia akan semakin gencar untuk mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik pada tahun 2023.

Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam era elektrifikasi seraya mencapai Net Zero Emission pada 2060.

"Presiden juga telah menegaskan pengembangan hulu-hilir dari Electric Vehicle (EV) Battery sampai dengan industri otomotif berbasis EV," kata AIrlangga disitat dari YouTube Sekertariat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Kemenperin Percepat Bangun Ekosistem Industri Semikonduktor

Toyota Kijang Innova Zenix HybridDok. TAM Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid

Dikatakan juga bahwa insentif perlu diberikan agar memastikan perkembangan optimal serta tepat sasaran. Sekaligus, merangsang para investor untuk turut ikut mengakselerasi era elektrifikasi.

“Perencanaan roda empat, roda dua, maupun perencanaan ekosistem dan insentif perlu diberikan agar memastikan investasinya masuk. Ini akan menjadi andalan ekonomi nasional ke depan,” kata Airlangga.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar adanya pendalaman terhadap berbagai komoditas utama di baterai kendaraan listrik seperti bauksit, aluminium, maupun nikel.

Seiring dengan hal tersebut, ia yakin bahwa industri otomotif global akan menyerbu Indonesia. Mereka akan berinvestasi di Indonesia untuk membeli baterai kendaraan listrik yang dibuat di dalam negeri.

Baca juga: Cerita Pengalaman Mahasiswa Brawijaya Kunjungi Pabrik Mobil di Inggris

Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi(SHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETS) Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi

“Begitu ini jadi, saya sampaikan kepada Menko Marinves, kepada Menteri Investasi, tidak usah ke mana-mana mau marketing soal investasi. Mereka yang akan datang ke kita. Percaya saya. Mereka yang akan datang ke kita, untuk mencari, untuk beli baterai EV kita,” kata dia pekan lalu.

Tidak hanya baterai kendaraan listrik, bahkan jika eksosistemnya terwujud di Indonesia, dari sasis sampai baterai akan menggunakan material dari dalam negeri. Sehingga tingkat TKDN suatu kendaraan bakal semakin besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.