Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER OTOMOTIF] Video Viral Penumpang Diludahi Kernet Bus Murni Jaya, Tanda Tidak Punya Etika | Kenapa Bisa Muncul Bercak Karat di Piringan Cakram Mobil?

Kompas.com - 07/12/2022, 06:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Video penumpang bus dilayani dengan tidak baik viral di Instagram. ewat akun infoSerang, dikabarkan kalau penumpang diminta turun dengan cepat ketika bus sedang berhenti.

Berdasarkan unggahan tersebut, perekam menuliskan kalau dirinya sedang hamil, jadi tidak bisa diminta untuk cepat-cepat. Tapi alasan tersebut tidak diindahkan oleh kernet dan malah meludahi penumpang tersebut.

Menanggapi kejadian seperti itu, pengemudi bus AKAP yang tidak mau disebutkan namanya memberikan komentar. Karakter bus dengan kelas di bawah ekonomi atau bumel memang masih dikejar dengan setoran dan waktu.

Selain itu, perawatan mobil musim hujan membutuhkan beberapa perhatian khusus. Selain rutin mencuci, pemilik juga dituntut lebih sering memeriksa detail kondisi komponen penting. Prioritas yang jadi patokan adalah sistem pengereman, seperti disc brake dan kondisi komponen-komponen lainnya yang menentukan keamanan dan keselamatan berkendara.

Hal yang sering membingungkan adalah munculnya bercak noda karat pada permukaan disc brake yang tak diketahui dari mana asalnya.

Apalagi bagi mobil yang jarang digunakan. Menjelaskan fenomena tersebut, Instruktur Training Center Nasmoco Bejo Agung Nugroho mengatakan, bercak karat pada disc brake bukanlah sesuatu yang berbahaya.

 Baca juga: Jaga Kualitas Bus Pariwisata, Butuh Lembaga Akreditasi

Berikut 5 artikel terpopuler di kanal otomotif pada Selasa, 6 Desember 2022 :

1. Video Viral Penumpang Diludahi Kernet Bus Murni Jaya, Tanda Tidak Punya Etika

Video viral bus tidak ramah dengan penumpangINSTAGRAM/INFOSERANG Video viral bus tidak ramah dengan penumpang

"Kalau sopir itu kan kayak dikejar waktu, jam. Lalu jadwalnya juga padat, jadi jangan sampai terlalu lama menurunkan penumpang," kata dia kepada Kompas.com, Senin (5/12/2022).

Bus tersebut memang tampak sebagai bus bumel yang persaingannya cukup ketat di rute tertentu. Ketat di sini maksudnya dalam lima menit, bisa ada dua sampai tiga bus yang jalan bersamaan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.