Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebanyakan Kecelakaan karena Rem Blong Disebabkan oleh Pengemudi

Kompas.com - 05/12/2022, 17:12 WIB

KLATEN, KOMPAS.com - Peristiwa kecelakaan bus yang disebabkan rem blong kerap terjadi, khususnya di medan menurun. Hal ini tentu membuat banyak pihak miris dibuatnya. Pasalnya, tidak sedikit nyawa penumpang sebagai taruhan.

Lantas, tidak kah ada langkah antisipasi agar rem bus tidak blong?

Baca juga: Bus dari Semarang Masuk ke Jurang Sarangan di Magetan, Korban Selamat Cerita Bus Sempat Mogok Beberapa Kali??Senior

Diduga oleng saat akan menyusul motor, sebua mini bus menghantam bus pariwisata di Jalan Raya Patengan - Rancabali Kampung Cigadog, Desa Alam Endah tepatnya di depan pintu masuk Wisata Awana Resort, pada Sabtu (3/12/2022). Kejadian tersebut sempat ramai di sosial media terutama Instagram.KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Diduga oleng saat akan menyusul motor, sebua mini bus menghantam bus pariwisata di Jalan Raya Patengan - Rancabali Kampung Cigadog, Desa Alam Endah tepatnya di depan pintu masuk Wisata Awana Resort, pada Sabtu (3/12/2022). Kejadian tersebut sempat ramai di sosial media terutama Instagram.

Senior Investigator KNKT Achmad Wildan mengatakan dari sekian banyak peristiwa kecelakaan yang disebabkan oleh rem blong, bukan karena kerusakan rem melainkan kesalahan pengemudi dalam memahami prosedur melewati jalanan menurun.

“Dari hampir keseluruhan kasus rem blong masalahnya adalah pengemudi, tidak terkait dengan sistem rem kendaraan,” ucap Wildan kepada Kompas.com, Senin (5/12/2022).

Dia mengatakan jika pengemudi memahami prosedur melewati jalanan menurun, rem kendaraan tidak akan blong seperti yang banyak dijumpai.

 

Baca juga: Butuh Terminal Transit Bus Pariwisata pada Akses Obyek Wisata

Sejumlah bingkisan hadiah diamankan dari reuntuhan bus Semeru Putra Transindo yang mengalami kecelakaan terjun ke dalam jurang sedalam 30 meter di tikungan jalan menurun tajam di Lawu Green Forest tepatnya di Desa Sarangan Kabupaten Magetan, Jawa Timur.KOMPAS.COM/SUKOCO Sejumlah bingkisan hadiah diamankan dari reuntuhan bus Semeru Putra Transindo yang mengalami kecelakaan terjun ke dalam jurang sedalam 30 meter di tikungan jalan menurun tajam di Lawu Green Forest tepatnya di Desa Sarangan Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

“Saat melewati jalan menurun, hal yang perlu diperhatikan adalah tidak boleh hanya mengandalkan rem utama, tapi harus mengandalkan engine brake,” ucap Wildan.

Menurut Wildan, dengan memasang gigi rendah untuk melewati jalanan menurun maka laju kendaraan akan menjadi pelan, tidak menyelonong karena gaya dorong gravitasi.

Hal serupa juga disampaikan oleh Anang Kondektur truk pasir, dia mengatakan ketika melewati jalanan menurun memang seharusnya tidak mengandalkan rem utama melainkan menggunakan gigi rendah untuk menahan laju kendaraan.

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Kecelakaan Maut di Magetan, Mujiono Dekap Erat Kursi Saat Bus yang Dinaikinya Masuk Jurang

Diduga oleng saat akan menyusul motor, sebua mini bus menghantam bus pariwisata di Jalan Raya Patengan - Rancabali Kampung Cigadog, Desa Alam Endah tepatnya di depan pintu masuk Wisata Awana Resort, pada Sabtu (3/12/2022). Kejadian tersebut sempat ramai di sosial media terutama Instagram.KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Diduga oleng saat akan menyusul motor, sebua mini bus menghantam bus pariwisata di Jalan Raya Patengan - Rancabali Kampung Cigadog, Desa Alam Endah tepatnya di depan pintu masuk Wisata Awana Resort, pada Sabtu (3/12/2022). Kejadian tersebut sempat ramai di sosial media terutama Instagram.

“Untuk kendaraan berat seperti truk pasir, atau bus biasanya memang sopir akan memasukkan gigi transmisi ke level rendah sebelum memasuki turunan, dengan demikian kendaraan akan tertahan, seperti ada yang mengganduli,” ucap Anang kepada Kompas.com, Senin (5/12/2022).

Dia mengatakan kalau hanya mengandalkan rem utama takutnya kampas rem menjadi panas dan bisa bikin rem blong.

Jadi, dari sekian banyak kasus rem blong KNKT menemukan pengemudi melakukan kesalahan dalam prosedur ketika melewati jalan menurun.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.