Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2022, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam perjalanan karirnya, legenda MotoGP Valentino Rossi pernah gagal bersaing merebut gelar MotoGP saat berseragam Ducati selama dua musim, yakni periode 2011-2012.

Sporting Director Ducati Corse Paolo Ciabatti mengatakan, kegagalan Valentino Rossi berimbas pada rusaknya citra Ducati di mata semua orang, terutama di Italia.

Performa The Doctor tidak secemerlang saat bersama Yamaha. Setelah dua musim di Ducati, Valentino Rossi akhirnya kembali lagi ke Yamaha.

Baca juga: Tidak Perlu Ribet, Begini Cara Perpanjangan SIM secara Online

Bos Ducati, Paolo Ciabatti.MOTOGP.com Bos Ducati, Paolo Ciabatti.

Pasalnya, banyak pihak yang menekan Ducati seperti media, mitra, sponsor, hingga penggemar. Mereka menuntut Ducati raih kemenangan bersama Valentino Rossi.

"Saat Anda tidak mendapatkan hasil, mudah bagi orang untuk menyalahkan orang lain. Dan ini menghancurkan tim dan grup (Ducati)," ujar Ciabatti, disitat dari Motosan (30/11/2022).

"Ketika saya kembali ke Ducati, ini adalah situasinya, jadi kami harus melepaskan beberapa orang pada akhir 2012," kata dia.

Baca juga: Bukan Awet, Ini Efek Buruk Ritual Angkat Wiper Saat Parkir

Menurut Ciabatti, sejatinya Ducati ingin melepas Valentino Rossi pada pertengahan musim. Lantaran tidak bisa menang, pembalap kelahiran Urbino, Italia itu dianggap sebagai beban untuk citra Ducati.

"Kami tidak dapat mengelola Valentino, kami harus menerima akibatnya. Ketika Anda memiliki pembalap paling terkenal di seluruh Italia dengan sembilan gelar dunia di belakangnya dan Anda gagal menang, Anda juga merusak citra Anda," ucap Ciabatti.

"Ini adalah situasi di mana kami tidak akan kemana-mana, dan jika terus seperti ini akan terjadi. Menjadi sangat negatif bagi citra perusahaan," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.