Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/11/2022, 09:21 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Bisnis jual beli mobil diprediksi tahun depan akan tetap bersinar kendati ada terpaan isu ekonomi global.

Naga Sujady selaku President Director PT Astra Digital Mobil mengatakan jika optimistis tahun depan pasar mobil bekas akan tumbuh kendati ada resesi atau bahkan kelangkaan pasokan chip semikonduktor global.

“Kalau tahun ini kan pertumbuhan mobil bekas dibanding tahun lalu itu bisa tumbuh sekitar 10 persen. Dan tahun depan kita berharap bisa mengeluarkan features yang lebih baik lagi sehingga tahun depan lebih baik lagi,” kata Naga, Jumat (25/11/2022).

Baca juga: Awas, Kaliper Rem yang Macet Bisa Bikin Rem Blong

Naga mengatakan jika untuk proyeksi tahun depan, kondisi secara makro perekonomian kelihatan kurang baik. Hal itu tentunya akan berdampak pada industri otomotif dan juga pasar otomotif nasional.

Maka dari itu, PT Astra Digital Mobil akan mencoba berbagai strategi untuk mengantisipasi hal tantangan tersebut.

Bahkan, baru-baru ini grup Astra memperluas ekosistem bisnis jual beli mobil secara online dengan meluncurkan platform Mobbi.

Sebelum Mobbi diluncurkan, Mobil88 merupakan bisnis jual beli mobil bekas yang sudah ada terlebih dahulu dari Grup Astra.

Peluncuran Platform Mobbi di Pos Bloc, JakartaJanlika Putri/ Kompas.com Peluncuran Platform Mobbi di Pos Bloc, Jakarta

"Setiap resesi juga nanti akan ada peluang. Misalnya ada yang mau beli mobil baru tapi karena lagi resesi, jadinya beli mobil bekas," kata Naga. 

Baca juga: Nostalgia Sedan Lawas Daihatsu Compagno Berlina Lansiran 1966

Sementara itu untuk target tahun depan, Naga mengatakan jika akan lebih berfokus pada ekosistem bisnis jual beli mobil Grup Astra.

“Untuk targetnya terus terang kita (Mobbi) baru mulai jadi kita lebih fokus nantinya adalah pada Astra ekosistem. Jadi minimal sekitar 50 persen untuk bisnis pembelian mobil bekas Astra bisa di cover lewat Mobbi untuk target tahun depan,” kata Naga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.