Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/11/2022, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah memiliki beberapa solusi untuk mendorong industri otomotif dan elektronika nasional agar makin agresif dalam beberapa tahun mendatang.

Salah satunya, menyelesaikan masalah hambatan pasokan komponen penting di sektor terkait yaitu cip semikonduktor. Mengingat pada beberapa waktu terakhir, adanya keterbatasan suplai komponen itu aktivitas produksi jadi terhambat.

Pada akhirnya di sektor otomotif, membuat beberapa model kendaraan bermotor yang dipasarkan dan dirakit di Indonesia memiliki masa tunggu alias inden cukup lama.

Baca juga: Elon Musk Sebut Mobil Terbang Bukan Solusi Atasi Kemacetan

Ilustrasi cip semikonduktorTHEGUARDIAN.com/Vlad Deep/Alamy Ilustrasi cip semikonduktor

“Kami berupaya mengurangi ketergantungan atas cip semikonduktor yang rantai pasoknya semakin sulit dan kebutuhannya makin lama makin tinggi. Sehingga, kita mesti menyiapkan supply-nya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Selasa (15/11/2022).

Sebagai bentuk komitmen pengembangan industri semikonduktor di Indonesia, Kemenperin menjalin kerja sama dengan Sehat Sutardja, seorang inovator yang mengembangkan teknologi semikonduktor.

Kerja sama ini secara simbolis dilakukan melalui penandatanganan kesepakatan oleh Sekretaris Jenderal Kemenperin Dody Widodo dengan inventor Sehat Sutardja yang juga merupakan co-founder perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Marvell Technology.

Adapun upaya tersebut sejalan dengan kebijakan substitusi impor, khususnya pada produk components of diodes, transistors, and similar semi-conductor equipment, serta integrated circuits (IC).

Baca juga: Jokowi Ajak Australia Investasi Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Agus berharap, kerja sama ini bisa mendorong pengembangan dan peningkatan kapasitas industri semikonduktor di Indonesia sehingga mampu memiliki industri semikonduktor secara mandiri di masa yang akan datang.

Salah satu wujud kerja samanya adalah pembangunan Pusat IC Desain atau IC Design Center di Indonesia.

"Saya juga ingin kerja sama ini dapat disusun sedetail mungkin agar menjadi suatu pijakan penting bagi tumbuhnya industri semikonduktor di Indonesia," ujar Agus.

“Pak Sehat merupakan diaspora cemerlang, yang memiliki banyak hak paten. Kecemerlangan pemikiran beliau perlu kita manfaatkan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Sehat juga menyatakan ingin membawa beragam teknologi yang diciptakannya kembali ke Indonesia. Dengan harapan, di masa mendatang bisa diproduksi melalui kerja sama dengan pemerintah dan perusahaan dalam negeri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.