Kompas.com - 13/11/2022, 13:41 WIB

SEMARANG,KOMPAS.com - Aki tekor jadi momok merugikan karena membuat kendaraan mogok tiba-tiba. 

Meskipun demikian, saat ini banyak alat bantu berbagai model untuk mengisi ulang daya aki atau bahkan menjumper aki agar mesin bisa langsung hidup. 

Hal tersebut kemudian jadi alasan sebagian pemilik memilih jalan pintas menunda jadwal pergantian aki. Lantas apakah aman? 

Andreas Hardjo Pemilik Menyanan Jaya Raya Aki Semarang mengatakan, alat jumper portable atau charger aki sifatnya hanya sekedar pertolongan pertama kondisi darurat. 

"Jika voltase sudah normal bisa disimpan kembali. Namun, aki mobil yang sudah tekor kemampuan menyimpan arus listrik jauh berkurang. Alat-alat tersebut tidak bisa untuk dijadikan sebagai pengganti aki," kata Andreas kepada Kompas.com, Minggu (13/11/2022). 

Baca juga: 30 Bus Listrik Jadi Angkutan Penumpang selama KTT G20

Sesuai fungsinya alat-alat tersebut efektif untuk jadi pertolongan darurat. Jika jadi solusi pengganti aki, menurut Andreas ada konsekuensi negatif yang harus di tanggung. 

Jumper aki mobil merupakan cara penanganan darurat mobil mogok disebabkan aki tekor. Kompas.com Jumper aki mobil merupakan cara penanganan darurat mobil mogok disebabkan aki tekor.

Salah satu atau keduanya bisa sama-sama rusak karena memang di desain khusus bukan untuk harian. 

"Beban arus listrik tentu tidak stabil, meski sama-sama dilengkapi pengaman bawaaan. Kuncinya jika aki masih bisa menyimpan arus listrik durasi 24 jam artinya masih bisa digunakan sementara. Beda kalau terlanjur cuma bisa digunakan untuk starter menandakan komponen di dalam aki sudah lemah," kata dia. 

Sementara itu, Kepala Bengkel Nasmoco Majapahit Semarang Bambang Sri Haryanto menjelaskan, tak direkomendasikan untuk menggunakan alat jumper portable atau charger aki mobil terus-menerus untuk menghidupkan mesin mobil. 

Baca juga: Ini yang Bisa Bikin Aki Mobil Tekor dalam Waktu Semalam

"Bahaya, lonjakan arus listrik yang tidak stabil bisa memicu korsleting. Beban arus listrik yang diterima masing-masing komponen kelistrikan jadi tidak stabil. Hal itu berisiko memicu korsleting listrik penyebab kebakaran," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.