Desain Jadi Pertimbangan Orang Beralih ke Motor Listrik

Kompas.com - 05/10/2022, 19:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Belakangan ini peluncuran sepeda motor listrik banyak dilakukan oleh merek-merek baru yang mencoba peruntungan di industri otomotif Tanah Air.

Ada yang berasal dari merek besar, tapi banyak juga berasal dari China, lalu di-rebranding menjadi merek lokal.

Fenomena ini begitu terasa dari berbagai motor listrik yang banyak meluncur di Indonesia, umumnya punya kesamaan, mulai desain, teknologi, atau asal pabrik yang serupa.

Baca juga: Juara MotoGP Thailand 2022, Miguel Oliveira Menyesal Tinggalkan KTM

Ilustrasi motor listrik United E-MotorKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi motor listrik United E-Motor

Namun satu hal yang jelas terlihat, desain motor listrik umumnya terasa sangat futuristis dan berbeda jauh dengan motor konvensional.

Padahal desain jadi salah satu pertimbangan orang beralih ke motor listrik. Hal ini dikatakan oleh Awan Setiawan, Head of E-Motor Division PT Terang Dunia Internusa (United E-Motor).

“Jadi kalau kita meminta orang pindah ke sesuatu yang baru, tidak boleh meninggalkan kebiasaan yang lama. Tentunya yang pertama itu modelnya,” ujar Awan, kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Satu Motor Listrik Yamaha E01 Sudah Lulus Homologasi

Menurut Awan, dengan desain yang mirip dengan motor matik dengan mesin bakar internal, maka orang tidak akan sadar sepenuhnya kalau produk ini adalah motor listrik.

“Utamanya masih mirip motor konvensional. Karena untuk mengubah kebiasaan orang kan sulit,” ucap Awan.

Kemudian karena motor listrik minim suara, juga jadi hambatan orang untuk memiliki kendaraan ramah lingungan ini.

Baca juga: Gandeng Indomobil, Citroen Resmi Kembali Dipasarkan di Indonesia

United E-Motor luncurkan motor listrik TX3000KOMPAS.com/DIO DANANJAYA United E-Motor luncurkan motor listrik TX3000

Oleh sebab itu, motor listrik United misalnya, menyematkan suara buatan. Adapun dari sisi desain, sengaja disiapkan buat model TX1800 dan TX3000.

“Salah satunya suara juga. Jadi model, suara, itu salah satu strategi kami agar orang mau pindah ke motor listrik. Biar tidak ada bedanya,” kata Awan.

"Desain ini ada di internal pabrik, R&D, dan sebagainya sudah dari 2019. Ini desain memang buat konsumen Indonesia," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.