Ingat, Fatalnya Sepelekan Tekanan Udara Ban Mobil

Kompas.com - 23/09/2022, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan mobil akibat salah satu ban yang pecah menjadi hal yang menakutkan. Apalagi terjadi saat kecepatan tinggi di jalan tol.

Salah satu kasus seperti yang dialami Daihatsu Terios berisikan enam orang saat melintas di Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Mohamed bin Zayed (MBZ), tepatnya pada Km 23+800, Kamis (22/9/2022).

"Kejadian berawal dari kendaraan Daihatsu Terios melintas di Km 23+800. Kendaraan pecah ban pada bagian kanan belakang dan pengemudi tak dapat mengendalikan kecepatan," ujar GM Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek Nur Safitri Marloen, dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).

Belajar dari kejadian tersebut, pemilik mobil perlu mengetahui pentingnya merawat dan melakukan pengecekan ban sebelum melakukan perjalanan.

Baca juga: Jangan Panik, Ini Tips Menghadapi Mobil Ban Pecah bagi Pemula

Perlu diketahui, ban mobil memiliki beban kerja yang cukup berat. Selain harus menanggung beban kendaraan, ban juga menjadi satu-satunya komponen yang langsung bersentuhan dengan aspal di berbagai kondisi.

Kondisi Mobil Toyota Avanza B 2335 TZI yang ringsek usai mengalami kecelakaan tunggal di Tol Nganjuk, Jumat (24/6/2022). Doc: Polres NganjukKOMPAS.COM/USMAN HADI Kondisi Mobil Toyota Avanza B 2335 TZI yang ringsek usai mengalami kecelakaan tunggal di Tol Nganjuk, Jumat (24/6/2022). Doc: Polres Nganjuk

Ada banyak faktor yang membuat mobil bisa mengalami pecah ban. Mulai dari kondisi yang sudah aus sampai yang paling sering terjadi, yakni akibat kurangnya tekanan udara.

Hal tersebut tentu sangat miris, karena pada dasarnya pemeriksaan tekanan udara pada ban sudah menjadi prosedur standar yang harus dilakukan pengguna mobil.

"Ban bisa pecah dan paling sering akibat kurangnya tekanan udara atau karena memikul bobot yang berlebihan, inilah musuh utama ban, tekanan udara yang kurang atau equivalent dengan kelebihan bobot," kata On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Hubungan Tekanan Udara dengan Konsumsi Bahan Bakar, Jangan Kelebihan

Tak hanya sekadar mengisi tekanan udara saja, menurut Zulpata, pemilik mobil juga wajib memperhatikan terkati takarannya.

Ilustrasi pengisian tekanan angin pada ban mobilKOMPAS.com/Gilang Ilustrasi pengisian tekanan angin pada ban mobil

Paling baik dan benar dengan mengikuti rekomendasi pabrikan, dan menyesuaikan bobot maksimal yang diperbolehkan. Usahakan jangan sampai berlebih apalagi kurang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.