Masih Ada Demo, Simak Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara

Kompas.com - 13/09/2022, 13:12 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Berbagai elemen masyarakat masih menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Aksi ini kembali digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/9/2022).

Polisi pun telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk memfasilitasi para demonstran dalam menyampaikan aspirasinya.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman, mengatakan, pihaknya bakal melakukan penutupan ruas jalan menuju Istana Negara dan sekitar Monas.

Baca juga: Resmi, Ini Aturan Bengkel Konversi Mobil Listrik

Bus Transjakarta melintas di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2022). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kembali membuka kapasitas angkut 100 persen dari sebelumnya dibatasi 70 persen seiring diturunkannya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Ibu Kota dari level 3 menjadi level 2.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Bus Transjakarta melintas di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2022). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kembali membuka kapasitas angkut 100 persen dari sebelumnya dibatasi 70 persen seiring diturunkannya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Ibu Kota dari level 3 menjadi level 2.

“Alih arus dilaksanakan hari Selasa 13 September mulai pukul 10.00 WIB sampai selesai,” ujar Latif, disitat dari NTMC Polri (13/9/2022).

Lewat akun @TMCPoldaMetro, polisi bakal menutup ruas Jalan Medan Merdeka Barat hari ini mulai pukul 10.00 WIB. Jalan Medan Merdeka Utara pun akan ditutup kepolisian selama demo berlangsung.

“Arus lalu lintas dari arah Tugu Tani menuju Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Perwira,” kata Latif.

Baca juga: Ini 8 Wilayah di Indonesia yang Terapkan Pajak Progresif Kendaraan

Lebih lanjut Latif mengatakan rekayasa lalu lintas bakal ditetapkan hingga demonstrasi di Patung Kuda selesai hari ini.

“Bagi masyarakat yang menuju sekitar Istana Negara diharapkan agar mencari jalan alternatif lain,” ucap Latif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.