Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mobil Listrik Tidak Sepenuhnya Ramah Lingkungan

Kompas.com - 12/09/2022, 18:41 WIB
Janlika Putri Indah Sari,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Mobil listrik kini menjadi salah satu kendaraan yang popularitasnya tengah menanjak di berbagai negara, begitu juga di Indonesia.

Penggunaan mobil listrik menjadi salah satu bagian dari wacana pemerintah dalam menerapkan program elektrifikasi kendaraan. Ekosistem mobil listrik dipercaya menjadi kendaran ramah lingkungan dari pada mobil menggunakan BBM.

Baca juga: Aleix Espargaro Bangga Honda Contek Desain Aerodinamika Aprilia

Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif yang berprofesi sebagai dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan, jika penggunaan mobil listrik tidak sepenuhnya ramah lingkungan.

“Pakai kendaraan listrik pun sebenarnya tidak sepenuhnya go green. Listriknya itu dari PLN yang 35 persennya pakai solar dan harga BBM nya saat ini sedang naik, serta pakai batu bara. Artinya karbonnya ada juga sehingga belum sepenuhnya ramah lingkungan,” kata Yannes kepada Kompas.com, Senin (12/9/2022).


Maka dari itu, saat ini tantangan ekosistem kendaraan listrik yang bertujuan agar memberikan efek yang ramah terhadap lingkungan di Indonesia adalah sumber energi dari solar dan batu bara.

Artinya sumber energi yang digunakan tidak sepenuhnya bersih karena masih bisa mencemari lingkungan.

Baca juga: Deretan Fitur Unggulan Toyota Rush GR Sport

Yannes juga mengatakan, jika Pemerintah mau serius untuk jangka panjang dalam program elektifrikasi, harusnya segera benahi pula sumberdaya atau sumber penghasil energi yang saat ini digunakan untuk kendaraan listrik dengan sumber energi terbarukan.

“Jangan pakai diesel dan jangan pakai batu bara untuk pembangkit listriknya,” kata Yannes.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Detik-detik Serangan AS "Terangi" Yaman, Petinggi Houthi Jadi Sasaran
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau