Kompas.com - 12/09/2022, 17:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini kecelakaan yang terjadi baik di ruas jalan raya maupun jalan bebas hambatan (jalan Tol), kerap didominasi oleh kendaraan besar seperti bus dan truk.

Penyebabnya beragam, bisa karena rem blong atau human error. Namun, bisa juga disebabkan oleh pengendara lain yang tidak sabar dan segera ingin menyalip truk yang berjalan pelan.

Perlu diingat bagi pengguna kendaraan bermotor lain, jika berkendara dengan jarak yang dekat dari kendaraan besar, pengemudi harus menjaga jarak aman dan tidak terlalu lama berada di sekitarnya.

Baca juga: Pengemudi Bus yang Kelelahan Bisa Jadi Penyebab Kecelakaan

Director and Founder Real Driving Centre (RDC) Roslianna Ginting menjelaskan, semakin besar dimensi kendaraannya, maka besar pula titik buta atau blind spot.

Blind spot atau titik buta merupakan area yang tidak terlihat oleh jangkauan mata pengemudi kendaraan besar baik melalui spion ataupun secara langsung. Maka dari itu, area blind spot harus dihindari jika kita berkendara berdekatan dengan kendaraan besar.

“Hindari berada di area titik buta kendaraan tersebut. Jangan berada terlalu dekat di depan kendaraan itu karena dapat tidak dapat terlihat oleh pengemudinya,” ucap Roslianna saat dihubungi Kompas.com, Minggu (11/9/2022).

Berkendara di belakang kendaraan besar di jalan tolWendellandCarolyn Berkendara di belakang kendaraan besar di jalan tol

Roslianna menyarankan, cara yang paling aman adalah dengan segera menjaga jarak cukup jauh agar pandangan lebih luas.

“Lebih baik jauh sekalian dari kendaraan besar. Dan pastikan kita bisa melihat spion kendaraan besar tersebut, dengan begitu pengemudi kendaraan besar kemungkinan dapat melihat posisi kendaraan kita apabila ia melihat ke spion,” kata dia.

Baca juga: Harga BBM Naik Bisa Dongkrak Minat Beli Motor Listrik

Hal serupa juga diungkapkan oleh Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Menurutnya, sebagai pengendara harus selalu mendeteksi bahaya yang ada disekeliling baik di depan kendaraan maupun di belakang.

“Ketika berinteraksi dengan kendaraan besar lebih baik segera menghindar. Menghindar bisa melaju atau membiarkan kendaraan besar tersebut melewati kita. Sebab, kendaraan besar memiliki kemampuan yang berbeda dalam masalah pengereman,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.