BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Toyota Astra Motor

4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli Mobil Baru

Kompas.com - 24/08/2022, 15:17 WIB

KOMPAS.com – Mobil sudah menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan, khususnya mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Masyarakat kerap menggunakan mobil untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengantar anak sekolah hingga berangkat ke kantor.

Meski demikian, mobil tak bisa dibeli secara asal. Pasalnya, mobil punya harga yang relatif tinggi sehingga Anda perlu membuat pertimbangan secara matang sebelum membeli mobil.

Lalu, apa saja yang perlu dipertimbangkan saat membeli mobil baru? Simak ulasan berikut.

1. Pilih sesuai kebutuhan

Hal pertama yang patut diperhatikan adalah memilih mobil sesuai kebutuhan. Cara ini akan memudahkan Anda saat memutuskan jenis mobil yang hendak dibeli.

Misalnya, bila sudah berkeluarga, Anda bisa memilih mobil jenis multi-purpose vehicle (MPV) karena dapat menampung lebih banyak penumpang dan barang ketimbang jenis sedan.

Kemudian, bila sering bepergian di medan yang berbeda-beda, Anda bisa membeli mobil crossover atau sport utility vehicle (SUV). Dua jenis mobil tersebut bisa diandalkan di medan tanjakan, gravel, atau jalan aspal.

2. Sesuaikan harga dengan bujet

Selain kebutuhan, Anda juga harus menyesuaikan harga mobil yang diincar dengan bujet. Jangan sampai kondisi finansial Anda terbebani karena membeli mobil dengan harga di luar batas kemampuan Anda.

Sebagai contoh, batas atas anggaran keuangan Anda untuk membeli mobil adalah Rp 500 juta. Dengan anggaran itu, Anda jangan membeli jenis mobil dengan harga yang melebihi batas atas anggaran.

Baca juga: TAM Hadirkan All New Toyota GR 86 dan Hilux GR Sport pada GIIAS 2022

Jika mobil baru untuk keperluan keluarga, Anda bisa membeli MPV dengan rentang harga Rp 200-500 juta, seperti Toyota Avanza.

Prinsip beli mobil sesuai bujet juga wajib dipakai saat membeli secara kredit. Perhitungkan rasio kredit Anda sebelum membeli mobil sehingga tidak membebani pengeluaran bulanan.

Batas atas rasio kredit adalah 30 persen dari total penghasilan bulanan. Jika angsuran pembayaran mobil melebihi rasio tersebut, keuangan Anda bisa terganggu.

Untuk menyesuaikan angsuran dengan rasio kredit, Anda bisa memperbesar down payment (DP). Semakin besar DP, maka cicilan bulanan akan semakin kecil.

3. Perhatikan harga jual kembali

Pertimbangan selanjutnya adalah harga jual mobil. Hal ini penting diantisipasi jika suatu waktu Anda ingin menjual mobil, baik untuk mengganti mobil lain maupun memenuhi kebutuhan mendesak. Dengan membeli mobil baru dengan harga jual tinggi, Anda tidak akan terlalu rugi banyak. Pun biasanya, mobil dengan harga jual bagus cenderung lebih mudah dijual karena diincar banyak orang.

Oleh karena itu, sebelum membeli mobil, Anda dapat mengecek harga mobil bekas yang hendak dibeli, baik melalui dealer, kerabat, maupun secara daring.

4. Jaminan layanan purnajual

Ketersediaan layanan purnajual yang memadai juga penting untuk dipertimbangkan saat hendak membeli mobil baru. Pasalnya, dalam siklus kepemilikan mobil setelah pembelian, konsumen akan sering berinteraksi dengan layanan purnajual untuk melakukan servis berkala, baik untuk perawatan maupun perbaikan kendaraan.

Ketersediaan layanan purnajual akan memudahkan pengguna dalam melakukan servis berkala. Selain itu, pengguna juga menjadi mudah mengganti komponen bila ada kerusakan.

Layanan purnajual yang disediakan brand mobil besar biasanya meliputi jaringan bengkel yang luas, ketersediaan suku cadang dan aksesori, paket servis berkala, serta garansi kendaraan. Hal tersebut dapat berlangsung bertahun-tahun sepanjang masa garansi berlaku.

Baca juga: All New Avanza Mendominasi SPK Toyota di GIIAS 2022

Bayangkan, jika konsumen mendapatkan layanan purnajual yang kurang memadai atau sulit dijangkau, hal tersebut dapat mengganggu mobilitas dan kenyamanan pengendara. Oleh karena itu, pertimbangkan brand yang memiliki layanan purnajual dengan jaringan luas dan memiliki pelayanan berkualitas dalam memilihi mobil baru.

Salah satu perusahaan otomotif yang dikenal menyediakan layanan purnajual andal adalah Toyota Astra-Motor (TAM). Pasalnya, TAM memiliki 312 bengkel resmi Toyota yg tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Dengan membeli mobil Toyota, pelanggan akan mendapat garansi kendaraan.

TAM juga menyediakan garansi kendaraan selama 3 tahun atau 100.000 kilometer (km), tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

Keandalan layanan purnajual menjadi salah satu pertimbangan membeli mobil baru.DOK. TAM. Keandalan layanan purnajual menjadi salah satu pertimbangan membeli mobil baru.

Selain garansi kendaraan, TAM juga menyediakan garansi aki dan aki mobil hibrida. Garansi aki diberikan selama 1 tahun atau 20.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

Sementara itu, garansi aki mobil hibrida diberikan selama 5 tahun atau 150.000 km. Rinciannya, garansi 3 tahun pertama sesuai ketentuan manufaktur dan 2 tahun sesuai ketentuan TAM.

Selain itu, pembeli mobil baru Toyota juga tidak perlu khawatir untuk mengeluarkan biaya servis berkala. Pasalnya, TAM menghadirkan program T-Care untuk membebaskan biaya jasa dan suku cadang saat servis berkala. Fasilitas ini khusus diberikan kepada pemilik kendaraan baru Toyota.

Sebagai informasi, T-Care merupakan pengembangan dari program servis berkala sebelumnya yang sudah diperkenalkan Toyota kepada pelanggan, yaitu Gratis Biaya Servis Berkala (GBSB).

Melalui program T-Care, pelanggan tidah hanya mendapat bebas biaya servis berkala sampai 50.000 km, tapi sampai 60.000 km.

Program T-Care berlaku efektif sejak 1 Juli 2022. Dengan demikian, seluruh pelanggan Toyota yang membeli kendaraan baru mulai Juli 2022 dengan kode produksi 2022 akan tercakup ke dalam program T-Care.

Baca juga: Cara Loyalis Toyota Veloz Bekasi Rayakan Kemerdekaan

Adapun varian mobil Toyota yang masuk dalam program T-Care adalah Corolla Cross dan Corolla Cross Hybrid, C-HR Hybrid, Fortuner, LC-300, Raize, Rush, Alphard, Vellfire, Avanza, Veloz, Innova, Sienta, Voxy, Camry dan Camry Hybrid, Corolla Altis dan Corolla Altis Hybrid, Supra, Toyota 86, Vios, Yaris, Hilux, serta Hi-Ace Premio dan Hi-Ace Commuter.

Program tersebut memberikan berbagai macam benefit. Pertama, bebas biaya jasa mulai dari servis kedua sampai dengan servis ketujuh selama maksimal 3 tahun atau jarak tempuh kendaraan sudah mencapai 60.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

Kedua, bebas biaya suku cadang mulai dari servis kedua sampai dengan servis ketujuh selama maksimal 3 tahun atau jarak tempuh kendaraan sudah mencapai 60.000 km. Khusus Supra, berlaku bebas biaya servis kedua hingga ketujuh selama maksimal 3 tahun atau jarak tempuh kendaraan telah mencapai 72.000 km. Ketentuan ini berlaku sesuai yang tercantum pada buku servis.

Ketiga, reward berupa extended warranty selama 1 tahun atau 20.000 km. Dengan demikian, total Toyota Warranty Indonesia tercatat menjadi 4 tahun atau 120.000 km jika pelanggan rutin servis setiap 6 bulan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program T-Care, Anda bisa klik tautan ini.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.