Kompas.com - 24/08/2022, 12:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa jenis bahan bakar yang ada di Indonesia punya tingkatan RON atau oktan untuk mesin bensin. Semakin tinggi oktannya, maka semakin sesuai untuk mesin dengan kompresi yang tinggi.

Tentu ada saja pengguna yang mengisi bahan bakar tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Katanya, BBM yang tidak sesuai standar oktannya malah bisa merusak komponen di mesin, salah satunya fuel pump.

Apakah anggapan tersebut benar?

Baca juga: Menteri ESDM Minta Masyarakat Mampu Tak Lagi Beli BBM Subsidi

Bensin eceran yang dijual di sepanjang jalan Eltari Kefamenanu dijual per botolnya Rp 10.000 sejak Agustus 2014 lalu.Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere Bensin eceran yang dijual di sepanjang jalan Eltari Kefamenanu dijual per botolnya Rp 10.000 sejak Agustus 2014 lalu.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna menjelaskan bahwa nilai oktan pada bahan bakar tidak dapat merusak komponen fuel pump.

"Yang memengaruhi fuel pump bukan oktan, tetapi kebersihan dari bahan bakar," ucap Suparna kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Kualitas di sini maksudnya seberapa murni bahan bakar yang masuk ke tangki. Jangan sampai ada komponen lain yang turut tercampur di BBM sehingga dapat merusak fuel pump.

Baca juga: Mengenal Lagi Arti Angka dan Huruf pada Tuas Mobil Matik

"Kalau bahan bakarnya dicampur dengan bahan lain, misal air atau lainnya yang mengandung residu, itu yang bisa membuat fuel pump mampet," ucap Suparna.

Hal yang sama juga berlaku untuk mesin diesel yang menggunakan solar. Ketika solar memiliki kadar residu atau sulfur yang tinggi, maka filter solar akan lebih cepat tersumbat.

Jadi menggunakan BBM dengan oktan rendah tidak merusak fuel pump. Namun, menggunakan BBM dengan oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrikan mobil bisa memicu kerusakan mesin dan mobil tidak bekerja secara optimal.

Misalnya seperti pengumpulan kerak di ruang mesin. Kerak karbon tadi bisa membuat katup tidak menutup sempurna sehingga pada akhirnya harus turun mesin untuk dibersihkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.