Kompas.com - 20/08/2022, 12:12 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan bahwa Mazda akan mendirikan fasilitas perakitan di dalam negeri dalam waktu dekat.

Hal tersebut seiring dengan potensi melaksanakan aktivitas ekspor ke Australia yang memang permintaan atas produk asal Jepang terkait cukup tinggi. Hanya saja, belum ada informasi lanjutan yang bisa diberikan.

"Iya, jadi mereka memang merencanakan assembly di Indonesia. Tapi detilnya Gaikindo tidak ikutan," kata dia di GIIAS 2022, ICE BSD City, Tangerang, Jumat (18/8/2022).

Baca juga: Strategi Gaikindo Capai Target Ekspor Mobil 1 Juta unit di 2025

Promo servis mobil dari Mazda Indonesia jelang LebaranDok. Eurokars Motor Indonesia Promo servis mobil dari Mazda Indonesia jelang Lebaran

Pernyataan serupa juga diungkapkan Ketua Umum I Gaikindo, Jongkie Sugiarto dalam kesempatan terpisah. Kini pihak Mazda Indonesia melalui PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) masih dalam komunikasi dengan prinsipal.

"Saya tidak tahu kapan, paling tidak pemerintah dan Gaikindo sudah bukakan jalan agar jenis mobil yang dirakit di Indonesia tidak hanya multi purpose vehicle (MPV) terus, sedan atau sport utility vehicle (SUV) juga," kata dia.

"Keputusan ekspor itu dikendalikan oleh prinsipal. Tidak bisa tiba-tiba APM bilang 'eh gue besok mau ekspor ke sana', tidak bisa itu. Tergantung bosnya di Jepang," kata Jongkie.

Kabar rencana Mazda Indonesia untuk membangun fasilitas perakitan di Tanah Air sebenarnya sudah berhembus beberapa tahun lalu. Tapi terbukanya pasar ekspor ke Australia dari Indonesia, membuat keyakinan tersendiri.

Baca juga: Marc Marquez Siap Balapan Pekan Depan?

Mazda di GIIAS 2022Doc Mazda Mazda di GIIAS 2022

Terlebih, Indonesia dan Australia telah menyepakati kesepakatan dagang lewat Indonesia-Australia Comperhensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Sehingga, aktivitas pengkapalan lebih mudah

Saat ini pasar mobil di Australia sangat terbuka usai para pabrikan hengkang dari sana beberapa tahun silam karena berbagai faktor. Padahal, permintaan kendaraan bermotor roda empat di sana cukup tinggi yaitu 1 juta unit per tahun.

"Kita ingin Mazda juga bisa diekspor dari Indonesia," kata Nangoi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.