Kompas.com - 14/08/2022, 09:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada ajang balap Formula 1 (F1), ban jadi salah satu komponen yang krusial dalam menentukan kemenangan. Untuk itu, ban sering kali mendapatkan perlakukan khusus.

Dalam satu seri, mobil balap F1 bisa membutuhkan banyak ban, dimulai sesi latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan. Tiap pebalap bisa menghabiskan belasan set ban dalam satu seri.

Tapi, tak sedikit yang tahu, ke mana perginya ban-ban tersebut sesudah digunakan oleh mobil F1. Dalam video yang diunggah oleh tim Ferrari pada akun TikTok, dijelaskan hal tersebut.

Baca juga: Sebastian Vettel Pensiun dari Formula 1

Disebutkan bahwa ban tersebut diambil alih oleh Pirelli, selaku pemasok ban tunggal pada F1. Selanjutnya, tim Pirelli akan menyusun ban satu set sesuai dengan urutan yang sudah digunakan.

@ferrari The journey of an #F1 tyre. Do you know what happens after a session? ???? #essereFerrari #Ferrari ? Countless - Official Sound Studio

Selanjutnya, tim Pirelli akan membersihkan sisa karet yang menempel dan mengecek apakah terjadi kerusakan pada ban. Kemudian, mengambil foto untuk mengonfirmasi kondisi ban.

Langkah berikutnya adalah melepas besi timah untuk balancing roda. Lalu, kegiatan berikutnya adalah mencuci pelek dan membilasnya hingga bersih. Tentunya, dengan kondisi ban masih menempel.

Selanjutnya, ban akan diberikan kembali ke Pirelli, di mana ban-ban tersebut akan didaur ulang.

Baca juga: Rossi Tak Menyesal Pernah Menolak Formula 1

Dikutip dari Wtf1.com, Minggu (14/8/2022), ban yang sudah digunakan, selanjutnya akan dibawa ke Inggris. Ban tersebut akan dihancurkan agar bisa dimuat ke dalam kontainer dengan ukuran lebih ringkas.

Ban balap Formula 1 (F1) dipasok oleh PirelliDok. Wtf1.com Ban balap Formula 1 (F1) dipasok oleh Pirelli

Selanjutnya, baru dikirim ke pabrik di daerah Didcot, Oxforshire. Lalu, ban akan dibakar dengan temperatur yang sangat tinggi untuk menghasilkan energi.

Tapi, gas yang dihasilkan dari pembakaran tersebut sudah melalui proses penyaringan hingga tidak terlalu berbahaya dibandingkan jika dibakar biasa.

Pirelli memiliki definisi sendiri soal ban bekas. Menurut pabrikan ban asal Italia tersebut, ban yang sudah dipasang ke pelek, sudah terhitung sebagai ban bekas. Meski terkesan kaku, tapi ini dilakukan seandainya ban mengalami kerusakan saat dilepas dari pelek.

Pada 2020, balapan terpaksa dibatalkan pada salah satu seri. Sehingga, Pirellii terpaksa menghancurkan 1.800 ban F1 karena dianggap sudah menjadi ban bekas. Sebab, ban tersebut sudah dipasangkan ke pelek. Padahal, ban belum digunakan sama sekali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.