Penjualan Moge Anjlok Saat Masa Pandemi Covid-19

Kompas.com - 01/07/2022, 17:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua tahun pandemi Covid-19 memukul banyak industri termasuk otomotif. Triumph merek asal Inggris mengatakan ikut merasakan penurunan penjualan karena virus tersebut.

Sapta Hariaji, Direktur Penjualan dan Pemasaran Triumph Motor Indonesia, mengatakan, penjualan di dua tahun terakhir di masa pandemi bisa turun cukup banyak dari kondisi normal pada 2019.

"Pandemi kita turunin semua yang penting kita bisa hidup jangan sampai mati. Tapi saat ini ada peningkatan. Sudah terlihat peningkatan," kata Aji panggilannya di Jakarta, belum lama ini.

Baca juga: Bahas Ornamen Selendang, Penunjang Tampilan Bus

Triumph resmi meluncurkan New Tiger 1200 GT Pro dan New Tiger 1200 Rally Pro.KOMPAS.com/Gilang Triumph resmi meluncurkan New Tiger 1200 GT Pro dan New Tiger 1200 Rally Pro.

"Target semua itu kalau dengan kondisi normal (2019) bisa 130-140 unit (per tahun). Rata-rata dealer di Jakarta saja bisa 15 unit per bulan. Kalau pandemi dua tahun ini sekitar 80-90 unit. Untuk bisnis motor besar ini masih oke," kata dia.

Aji mengatakan, meski secara keseluruhan terjadi penurunan bisnis moge masih menggiurkan. Buktinya saat ini Triumph bisa punya empat dealer dan berencana untuk terus mengembangkan jaringan.

"Yang pasti (penjualannya) memang tidak sebesar motor yang produk masal (motor kecil) tapi kita tetap berusaha untuk menjaga saja dengan model-model yang ada saat ini masih bisa jalan," kata dia.

"Tulang punggung penjualan kita di Triumph itu masih di (model) klasik. Saat ini kita sudah ada di Bandung, Bali, Surabaya, akan bertahap kita kembangkan terus," kata Aji.

Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Hybrid dan Mild Hybrid

Triumph resmi meluncurkan New Tiger 1200 GT Pro dan New Tiger 1200 Rally Pro.KOMPAS.com/Gilang Triumph resmi meluncurkan New Tiger 1200 GT Pro dan New Tiger 1200 Rally Pro.

Aji mengatakan, penurunan penjualan saat pandemi Covid-19 bukan karena konsumen moge tidak punya uang, melainkan karena adanya larangan kegiatan masyarakat yang membuat kegiatan luar ruangan terbatas.

"Agak turun karena pandemi orang itu tidak bisa jalan-jalan bukan karena tidak ada duit. Jadi turunnya karena itu, pertama kita tidak bisa bikin event, kemudian jalan-jalan, kita tidak bisa dan tidak boleh berinteraksi," kata dia.

"Padahal itu yang kita jual, sebab kita jual jalan-jalan buat motor premium. Apalagi orang yang ada di segmen premium itu mereka menjaga banget masalah kesehatan," kata Aji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.